Dana Kelolaan Reksa Dana Capai Rp 1.084 Triliun

6 hours ago 12

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana telah mencapai Rp 1.084 triliun per Maret 2026. Meski demikian, Kepala Departemen Pengawasan Pengelolaan Investasi dan Pasar Modal Regional OJK M. Maulana mengatakan jumlah itu baru mencakup 4 persen dari Produk Domestik Bruto.

“Kelihatannya besar, tapi ternyata dari sisi GDP ini baru 4 persen,” kata Maulana dalam acara Road to Pekan Reksa Dana di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 20 April 2026. Menurutnya, jumlah ini tertinggal dibandingkan negara lain, seperti Thailand, yang mencapai 30 persen dari PDB dan Malaysia yang mencapai 36 persen dari PDB.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hingga awal tahun hingga Maret 2026, jumlah dana kelolaan tersebut telah meningkat sebanyak 3,97 persen. Adapun total dana kelolaan ini sudah termasuk Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), Efek Beragun Aset (EBA), Exchange Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estat (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), serta Kontrak Investasi Kolektif Pemupukan Dana Tapera (KIK PD Tapera).

Maulana juga menyebutkan jumlah investor reksa dana telah meningkat menjadi 23,5 juta dari 19,2 juta pada Desember tahun lalu. Dengan demikian, jumlah investor reksa dana tumbuh 8,14 persen dibandingkan 2025.

Menariknya, kata Maulana, 54 persen dari investor tersebut berusia 30 tahun ke bawah. “Kalau kita lihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia ini ada 287 juta, kelompok produktifnya ada 196 juta yang berusia antara 15 sampai 64 tahun. Artinya kalau dibandingkan yang 23 juta, masih banyak peluangnya,” ucapnya.

Sementara itu, Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) mencatat dana kelolaan reksa dana tumbuh 35,06 persen pada 2025. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh reksa dana pendapatan tetap yang mencatat kenaikan 67,04 persen. Disusul dengan reksa dana pasar uang sebsar 60,03 persen, reksa dana terproteksi 11,15 persen, dan reksa dana saham 3,51 persen.

Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi reksa dana, APRDI menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Pekan Reksa Dana 2026.

Ketua Presidium Dewan APRDI Lolita Liliana mengatakan penguatan literasi merupakan kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan industri. “Pertumbuhan industri reksa dana yang sifnifikan pada 2025 mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional,” ujarnya.

Read Entire Article
Parenting |