PERSAINGAN gelar Liga Inggris musim 2025-2026 memasuki fase krusial. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, menyebut laga melawan Arsenal pekan depan sebagai laga final setelah timnya memangkas jarak di papan atas klasemen.
Pernyataan itu muncul setelah City meraih kemenangan 3-0 atas Chelsea di Stamford Bridge. Hasil tersebut, ditambah kekalahan Arsenal 1-2 dari Bournemouth sehari sebelumnya, membuat selisih kedua tim kini tinggal enam poin.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Manchester City mendapatkan momentum lewat performa dominan di babak kedua. Gol dari Nico O'Reilly, Marc Guehi, dan Jeremy Doku memastikan kemenangan yang menjaga peluang mereka dalam perburuan gelar. Dengan sisa tujuh pertandingan, City secara matematis masih berpeluang menyapu bersih laga dan menyalip Arsenal.
Namun, Guardiola menegaskan kunci utama tetap pada pertemuan langsung kedua tim di Etihad Stadium pada Minggu, 19 April 2026, pukul 22.30 WIB.“Arsenal adalah final. Tapi jangan berpikir laga lain akan mudah,” ucap dia, seperti dikutip dari ESPN.
Ia menyoroti konsistensi Arsenal sepanjang musim, termasuk catatan mereka yang hanya kalah tiga kali dalam puluhan pertandingan. Guardiola bahkan menyebut tim asuhan Mikel Arteta sebagai salah satu yang terbaik di Eropa lantaran belum terkalahkan di Liga Champions Eropa. “Mengalahkan Arsenal sekali saja sudah sulit. Bayangkan harus melakukannya dua kali dalam beberapa minggu,” ujar dia.
Di kubu Arsenal, kekalahan dari Bournemouth memperpanjang tren negatif di kompetisi domestik. Tim asal London utara itu kini menelan tiga kekalahan beruntun, termasuk di final Piala Carabao dan Piala FA. Meski begitu, manajer Mikel Arteta menolak menjadikan kelelahan sebagai alasan.
Ia menilai jadwal padat adalah bagian dari konsekuensi bersaing di banyak kompetisi. “Kami sudah bermain setiap tiga hari. Itu realitas yang harus diterima,” kata Arteta.
Para pemain Arsenal di Stadiun San Siro, Italia, 20 Januari 2026. Shutterstock
Ia justru menyoroti aspek mental timnya. Menurut dia, Arsenal kehilangan “kenikmatan bermain” dan daya juang ketika berada dalam situasi sulit. “Saya tidak melihat tingkat kenikmatan dan semangat yang cukup untuk mengubah jalannya pertandingan,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut. Kondisi skuad The Gunners juga belum ideal. Sejumlah pemain kunci seperti Martin Odegaard, Bukayo Saka, dan Jurriën Timber absen karena cedera. Situasi tersebut turut memengaruhi performa tim.
Arsenal kini dihadapkan pada jadwal padat yang bisa menentukan musim mereka. Pertandingan berikutnya adalah leg kedua perempat final Liga Champions melawan Sporting CP di London. Mereka membawa keunggulan tipis 1-0 dari leg pertama dan berpeluang melaju ke semifinal menghadapi Paris Saint-Germain atau Liverpool.
Penyerang Arsenal Viktor Gyokeres, yang mencetak gol penalti dalam laga terakhir, meminta timnya segera bangkit. “Kami punya banyak pertandingan penting. Kami harus melupakan kekalahan ini dan siap tampil maksimal,” kata dia.


















































