Inggris-Prancis Siap Pimpin Misi Militer di Selat Hormuz

5 hours ago 7

INGGRIS dan Prancis menyatakan siap mengerahkan misi militer multinasional untuk membantu mengamankan pelayaran di Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan pada Jumat malam, 3 Juli 2026, di tengah penolakan Iran terhadap kehadiran kekuatan militer asing di jalur perairan strategis tersebut.

Menurut laporan Anadolu, kesiapan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Keduanya menegaskan bahwa Selat Hormuz memiliki peran penting bagi perekonomian dunia sehingga keamanan pelayaran di kawasan itu menjadi perhatian bersama.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Selat Hormuz merupakan arteri vital bagi perekonomian global. Memulihkan jalur pelayaran yang aman bagi kapal dari semua negara melalui selat tersebut merupakan persoalan yang menjadi perhatian dunia,” demikian pernyataan bersama Starmer dan Macron.

Misi Militer Inggris-Prancis

Adapun kedua pemimpin juga menyebut Oman telah sepakat bekerja sama dengan London dan Paris untuk memastikan kapal-kapal dapat melintas dengan aman di wilayah perairan teritorialnya.

Starmer dan Macron juga menyatakan Inggris dan Prancis siap menjadi jangkar atau pemimpin bagi misi militer multinasional yang lebih luas guna mendukung kebebasan bernavigasi di kawasan tersebut.

“Kami menegaskan kembali komitmen bersama terhadap stabilitas kawasan, penghormatan terhadap kedaulatan seluruh negara, serta kesediaan untuk terus bekerja sama secara erat dengan para mitra demi menegakkan keamanan global, kebebasan bernavigasi, dan hukum internasional,” demikian bunyi pernyataan itu.

Iran Kembali Tolak Kehadiran Militer Asing

Saudi Gazette melaporkan, pengumuman Inggris dan Prancis itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Teheran berulang kali menolak keterlibatan negara asing dalam operasi maritim di Selat Hormuz dan memperingatkan negara-negara di luar kawasan agar tidak mengerahkan kekuatan militer di wilayah tersebut.

Pejabat Iran secara konsisten menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga keamanan Selat Hormuz sepenuhnya berada di tangan negara-negara yang berbatasan langsung dengan selat tersebut. Karena itu, Iran menilai tidak diperlukan kehadiran militer asing untuk mengamankan jalur pelayaran di kawasan itu.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Sabtu, 4 Juli, kembali memperingatkan negara-negara di luar kawasan agar tidak menggelar aktivitas militer di Selat Hormuz.

“Selat Hormuz bukan panggung bagi kekuatan di luar kawasan untuk mempertontonkan kekuatan militer,” kata Gharibabadi melalui akun X. Ia menegaskan Iran, sebagai negara yang bertanggung jawab atas keamanan di selat tersebut, memperingatkan adanya “segala bentuk aktivitas militer” di jalur pelayaran strategis itu.

“Sebagai kekuatan yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, Iran memperingatkan terhadap segala aktivitas militer di jalur perairan yang sensitif ini,” ujarnya.

Read Entire Article
Parenting |