Israel Hukum Tentara yang Hancurkan Patung Yesus di Libanon

3 hours ago 5

MILITER Israel pada Selasa menarik dua tentara dari tugas tempur dan menempatkan mereka dalam tahanan militer selama 30 hari. Ini setelah aksi mereka menghancurkan sebuah patung Yesus di Libanon selatan menjadi viral.

Sebuah foto yang menunjukkan seorang tentara Israel menggunakan sisi tumpul kapak untuk menghancurkan patung Yesus yang jatuh di kayu salib menuai kecaman luas pada Senin dari para politisi Israel, Amerika Serikat, Eropa dan para pemimpin gereja Katolik.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Foto tersebut diunggah oleh Younis Tirawi, seorang reporter Palestina yang juga telah mengunggah gambar-gambar dugaan pelanggaran yang dilakukan tentara Israel di Gaza.

Pernyataan militer seperti dilansir Al Arabiya mengatakan penyelidikan atas insiden tersebut menunjukkan bahwa seorang tentara merusak simbol keagamaan Kristen, sementara yang lain memotret tindakan tersebut. Enam tentara lainnya hadir tanpa mengambil tindakan atau ikut campur, menurut pernyataan tersebut.

Militer Israel mengatakan mereka bekerja sama dengan komunitas lokal untuk mengganti patung tersebut.

Kepala Staf Israel Eyal Zamir mengutuk penodaan patung tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan kegagalan moral, menurut pernyataan tersebut.

Menurut kelompok hak asasi manusia, jenis hukuman ini relatif jarang terjadi di militer Israel.

Pada 2025, kelompok pemantau konflik Action on Armed Violence mengatakan bahwa mereka menemukan Israel telah menutup atau membiarkan 88 persen kasus dugaan pelanggaran di Gaza dan Tepi Barat tidak terselesaikan.

Dalam kasus baru-baru ini, dakwaan terhadap tentara yang dituduh melakukan pemerkosaan brutal terhadap tahanan Gaza dibatalkan.

Gambar tersebut diverifikasi diambil di Debel, salah satu dari sedikit desa di Libanon selatan tempat penduduk tetap tinggal selama invasi Israel terhadap Hizbullah. Serangan dimulai pada 2 Maret setelah kelompok tersebut menembakkan roket ke Israel untuk mendukung Iran.

Namun, Israel telah menyerang Libanon selatan sebelum 2 Maret hampir setiap hari meski terhadap kesepakatan gencatan senjata pada November 2024.

Debel adalah salah satu dari puluhan desa di Libanon selatan yang sekarang berada di bawah pendudukan Israel. Israel dan Lebanon pada Kamis lalu menyetujui gencatan senjata yang dimediasi AS yang bertujuan untuk menghentikan pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

Seorang pejabat Israel sebelumnya mengatakan bahwa desa-desa Kristen di Libanon selatan belum menerima perintah evakuasi, tidak seperti desa-desa Muslim Syiah.

Para anggota parlemen Libanon telah menyatakan keprihatinan bahwa tindakan Israel dapat memperburuk ketegangan sektarian.

Militer Israel telah melakukan penghancuran di desa-desa di selatan, dengan alasan bahwa mereka bertindak melawan infrastruktur milik Hizbullah.

Read Entire Article
Parenting |