Kemenimipas Awasi Kondisi WNI yang Terdampak Perang Iran

2 hours ago 6

MENTERI Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mengatakan, lembaganya telah melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap warga negara Indonesia atau WNI yang terdampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya Israel.

Dia mengklaim, hingga hari ini sebagaimana hasil pengawasan yang dilakukan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, tidak ditemukan adanya persoalan termasuk dalam upaya pemulangan WNI ke Tanah air. "Tidak ada keluhan WNI di luar negeri sejauh ini, mereka bisa kembali dengan baik ke Indonesia," kata Agus dalam rapat kerja bersama Komisi XIII DPR, Kamis, 2 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menuturkan, persoalan yang terjadi dalam proses pemulangan WNI, khususnya di Kawasan Timur Tengah dalam sebulan kemarin adalah terkait pengalihan rute dan pembatalan penerbangan oleh pihak maskapai. Namun, secara hasil dari 29.025 penumpang mancanegara dan WNI yang menuju ke Indonesia dengan jalur penerbangan melintasi langit Timur Tengah dipastikan berjalan normal.

Kemudian, menurut Agus, Kementerian Imipas juga akan memprioritaskan pengawasan terhadap WNI yang menggunakan dokumen palsu untuk menuju daerah lain. "Pengawasan ini menjadi prioritas kami," ucap Agus.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto mengatakan, otoritas di sejumlah negara Timur Tengah meminta warga negara asing yang berada di wilayah mereka untuk tetap berada di rumah dan tetap tenang. "Pemerintah-pemerintah di Timur Tengah tidak merekomendasikan evakuasi,” kata Santo dalam siaran pers yang disiarkan melalui kanal Youtube Kemlu pada Jumat, 6 Maret 2026.

Ia memaparkan saat ini WNI yang berada di wilayah Timur Tengah tercatat sebanyak 519.412 orang. Mereka tersebar di sejumlah negara yang terdampak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, antara lain, Bahrain, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah memastikan hingga saat ini tidak ada WNI yang terluka atau terdampak langsung akibat adu senjata antara negeri Abang Sam dan Iran yang tengah berlangsung.

Kendati begitu, WNI yang berada di Iran akan dievakuasi secara bertahap. Evakuasi tahap pertama akan dilakukan mulai pekan ini dengan jumlah WNI yang dipulangkan sebanyak 32 orang.

Mereka akan dievakuasi melalui jalur Azerbaijan. “Adapun untuk rencana evakuasi selanjutnya diputuskan oleh pemerintah RI setelah melalui berbagai pertimbangan keamanan yang paling update,” kata Heni, Maret 2026.

Dede Leni Mardianti berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Parenting |