Kronologi Percobaan Pembunuhan terhadap Trump Sejak 2016

5 hours ago 1

INSIDEN dalam jamuan makan malam Koresponden Gedung Putih pada Sabtu malam lalu hanyalah salah satu dari serangkaian peristiwa terkait keamanan dan percobaan pembunuhan yang melibatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak 2016.

Sejak 2016, Trump telah menjadi target upaya pembunuhan, dugaan konspirasi terkait asing, dan pelanggaran keamanan bersenjata, termasuk insiden di rapat umum, resornya di Florida, dan acara resmi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Trump dan para pejabat tinggi Gedung Putih dievakuasi dari acara gala media tahunan setelah seorang pria bersenjata menyerbu lobi dan melepaskan tembakan.

Tersangka penembakan ditangkap di acara White House Correspondents’ Dinner pada Sabtu malam di hotel Washington Hilton dan ditahan. Media AS mengidentifikasinya sebagai Cole Tomas Allen, 31 tahun, dari Torrance, California.

Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan dakwaan akan segera diajukan. Belum jelas apakah tersangka berencana menargetkan Trump.

Sejak 2024, Trump telah terlibat dalam berbagai insiden terkait keamanan, termasuk upaya pembunuhan selama masa kepresidenannya dan kampanye pemilu.

Berikut kronologinya seperti dilansir Al Jazeera dan Anadolu.

Juli 2024 – Trump ditembak di rapat umum Pennsylvania

Trump terluka dalam penembakan di rapat umum kampanye di Butler County pada 14 Juli 2024, tiga bulan sebelum ia terpilih sebagai presiden untuk masa jabatan kedua.

Saat Trump berbicara kepada kerumunan, setidaknya lima tembakan terdengar sekitar pukul 18.15 waktu setempat. Ia terjatuh, sementara beberapa agen Secret Service AS bergegas ke panggung untuk melindunginya.

Beberapa menit kemudian, ia dibantu berdiri oleh para agen dan dikawal keluar panggung menuju iring-iringan mobilnya, dengan darah terlihat di telinga kanannya dan berlumuran di wajahnya.

Dinas Rahasia menembak dan membunuh tersangka dalam hitungan detik setelah penembakan terjadi. Sebelum dibawa pergi, ia tampak mengepalkan tinju dan berteriak "Lawan!" ke arah kerumunan.

Biro Investigasi Federal (FBI) kemudian menyebutkan nama pelaku penembakan sebagai Thomas Matthew Crooks, 20 tahun, dari Bethel Park, Pennsylvania.

September 2024 – Upaya pembunuhan kedua

Pada 15 September, Trump berada di resor West Palm Springs miliknya di Florida ketika insiden itu terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Menurut laporan media lokal, Trump sedang bergerak di antara lubang kelima dan keenam di lapangan golfnya bersama temannya dan sekarang utusannya untuk Timur Tengah-Ukraina, Steve Witkoff, ketika terdengar suara tembakan. Lapangan golf tersebut segera ditutup.

Para pejabat mengatakan seorang agen Secret Service melihat laras senjata di semak-semak di dekat tepi lapangan. Beberapa petugas menembakkan setidaknya empat tembakan ke arahnya. Tidak jelas apakah tersangka membalas tembakan ke arah para agen.

Tersangka diidentifikasi sebagai Ryan Wesley Routh, 58 tahun.

Jaksa penuntut mengatakan Routh telah tinggal di Florida Selatan selama sekitar satu bulan, dan catatan telepon seluler menempatkannya di sekitar lapangan golf dan kediaman Trump di Mar-a-Lago.

Pada Februari, Routh dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah karena merencanakan pembunuhan terhadap Trump.

Februari 2026 – Pria bersenjata tewas di dekat rumah Trump

Seorang pria yang membawa jerigen bensin dan senapan ditembak mati oleh agen Secret Service setelah menabrakkan kendaraannya ke perimeter keamanan resor Mar-a-Lago milik Trump di Florida.

Presiden berada di Washington pada saat itu. Polisi mengidentifikasi penyerang sebagai Austin Tucker Martin, 21 tahun, dari North Carolina. Keluarganya telah melaporkannya hilang dan tidak jelas apa motifnya.

Ancaman Lain

September 2025: Seorang polisi yang sedang tidak bertugas menyusup ke tim keamanan Trump.

Melvin Eng, seorang petugas dari Departemen Kepolisian New York (NYPD), muncul di dalam turnamen golf Ryder Cup di Bethpage Black Course di New York. Ia dilaporkan bersenjata dan mengenakan perlengkapan taktis lengkap, berpura-pura menjadi bagian dari tim keamanan Trump, demikian dilaporkan media AS.

Kemudian diketahui bahwa Eng sedang cuti sakit, tidak memiliki tugas resmi untuk menjadi bagian dari tim keamanan presiden dan tidak memiliki peran yang ditugaskan di acara tersebut.

Insiden tersebut dilaporkan menyebabkan penangguhan Eng, sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut oleh NYPD.

8 November 2024 – Jaksa AS mendakwa Farhad Shakeri, yang dituduh sebagai aset IRGC, atas dugaan rencana pembunuhan bayaran yang menargetkan warga Iran-Amerika. Jaksa juga mengatakan bahwa Shakeri ditugaskan untuk merencanakan pembunuhan Trump; Shakeri masih buron di Iran.

12 Juli 2024 – Warga negara Pakistan, Asif Merchant, ditangkap atas dugaan rencana pembunuhan bayaran yang terkait dengan Iran yang menargetkan tokoh politik AS, termasuk Trump; ia divonis bersalah pada Maret 2026.

20 September 2020 – Warga negara ganda Kanada-Prancis, Pascale Ferrier, ditangkap setelah mengirimkan surat berisi racun ricin kepada Trump di Gedung Putih; ia kemudian dijatuhi hukuman hampir 22 tahun penjara.

6 September 2017 – Gregory Lee Leingang mencuri forklift di North Dakota dan mengakui bahwa ia bermaksud menyerang iring-iringan mobil Trump dan membalikkan limusin presiden; ia kemudian mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman.

18 Juni 2016 – Warga negara Inggris, Michael Sandford, mencoba merebut senjata seorang petugas polisi di sebuah unjuk rasa di Las Vegas, dan kemudian mengatakan bahwa ia bermaksud menembak Trump; ia dijatuhi hukuman 12 bulan dan satu hari penjara.

Read Entire Article
Parenting |