Kronologi Siswa SMP di Siak Tewas karena Senjata Rakitan

10 hours ago 9

INSIDEN ledakan terjadi di Sekolah Menengah Pertama atau SMP Islamic Center Siak, Riau. Seorang siswa kelas IX berinisial MA tewas ketika menguji senapan 3D hasil rakitannya saat mengikuti ujian praktik mata pelajaran sains pada Rabu, 8 April 2026 lalu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah atau Polda Riau Komisaris Besar Zahwani Pandra Arsyad menuturkan, kejadian bermula pada Februari 2026. Ketika itu, salah satu guru berinisial DS membagi anak muridnya dalam lima kelompok. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Pandra, guru tersebut meminta setiap kelompok menyiapkan karya untuk ditampilkan dalam ujian praktik. "Dibebaskan untuk berkreasi dan membuat terobosan kreatif," ujar Pandra saat dihubungi pada Jumat, 10 April 2026.

Selama proses pengerjaan karya tersebut, DS diketahui tidak melakukan bimbingan ataupun pengawasan terhadap anak muridnya. Semua hasil karya yang ditampilkan murni ide dari pemikiran para murid. 

Ketika itu, korban bersama dengan kelompoknya memutuskan untuk membuat sebuah senapan 3D. Namun, seluruh proses perakitan dikerjakan secara mandiri oleh korban. "Temannya percaya sama MA  semua," ucap Pandra. 

Tiga hari sebelum insiden, korban bersama teman sekelompoknya sempat menguji coba senapan 3D rakitan tersebut. "Pada saat itu berhasil dan tidak membahayakan, jadi korban yakin," tutur Pandra. 

Pandra mengatakan, pada hari ujian praktek dilakukan, korban kembali memeragakan senapan buatannya tersebut di depan guru penguji. Namun, pada saat mulai memicu senapan, alat tersebut tiba-tiba meledak dan melukai korban hingga tewas. 

Setelah kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Siak untuk mendapat pertolongan. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal di tengah perjalanan. 

Berdasarkan kesaksian dari teman sekelompok korban, bubuk yang menjadi pemantik senapan diduga terlalu banyak dimasukkan oleh korban. "Dimasukkan sekitar lima sendok, padahal sebelumnya korban bilang ke temannya takaran hanya dua sendok," ucap Pandra. 

Menurut Pandra, hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban mempelajari sendiri cara merakit senapan tersebut dari YouTube tanpa pendampingan dari orang yang lebih paham. "Semua murni karena mempelajari dari dunia internet," ujar Pandra. 

Kepolisian hingga saat ini masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Empat orang saksi telah diperiksa, mulai dari DS selaku guru korban, guru penguji, kepala sekolah, hingga wakil kepala sekolah. 

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan bagian-bagian plastik, potongan besi, serta bubuk hitam dari sisa senapan yang meledak tersebut. "Kita kirim ke Laboratorium Forensik Polda Riau untuk memastikannya," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Siak, Ajun Komisaris Raja Kosmos Parmulais seperti dilansir dari Antara. 

Read Entire Article
Parenting |