Liga Arab Desak AS Paksa Israel Setop Serangan ke Libanon

1 week ago 26

LIGA Arab menuntut Amerika Serikat memaksa Israel untuk menghentikan serangan terhadap Libanon. Seruan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, pada Rabu seperti dilansir Sputnik dan dikutip Antara.

Hal ini disampaikan setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan yang telah disepakati AS dan Iran.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Gheit, akan menjadi wajar dan logis jika perjanjian gencatan senjata tersebut juga mencakup penghentian serangan Israel ke Libanon.

"Atas dasar ini, Liga Arab menyerukan kepada Amerika Serikat untuk memastikan bahwa hal ini diberlakukan pada pihak Israel, yang terus melanjutkan serangan agresifnya terhadap Libanon tanpa memperhatikan perjanjian yang telah dicapai," kata Gheit.

Sebelumnya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah melancarkan serangan terbesar terhadap kelompok pejuang Libanon, Hizbullah, sejak eskalasi baru-baru ini dimulai. Hizbullah yang tidak melakukan serangan apa pun sejak gencatans enjata diumumkan, menegaskan mereka berhak untuk melakukan pembalasan.

Israel mengklaim serangan ke Libanon bukanlah bagian dari gencatan senjata AS-Iran yang disepakati pada Selasa malam.

Argumen ini juga digaungkan oleh Wakil Presiden AS JD Vance, beberapa hari sebelum ia dijadwalkan untuk memimpin pembicaraan dengan Teheran di Pakistan.

Namun Pakistan, yang menjadi mediator selama negosiasi, menegaskan bahwa Amerika Serikat, Iran, dan sekutu mereka telah menerima gencatan senjata "di mana-mana", termasuk di Libanon.

Perdana Menteri Libanon Nawaf Salam mengatakan pemerintahnya telah meningkatkan upaya diplomatik untuk gencatan senjata dengan Israel, menyusul pengumuman gencatan senjata sementara AS-Iran.

Pada Selasa malam, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan.

Sehari setelah pengumuman itu, Rabu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran akan segera membuka kembali Selat Hormuz, yang merupakan jalur perairan strategis yang menangani sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) global.

Read Entire Article
Parenting |