LEMBAGA Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menjelaskan alasan mengapa harus ada aturan pembatasan penggunaan gawai atau handphone terhadap para penerima beasiswa LPDP saat pembekalan. Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, M. Lukmanul Hakim, mengatakan aturan itu untuk menjaga tata tertib selama pembekalan. “LPDP menetapkan tata tertib untuk menjaga fokus dan efektivitas proses pembekalan,” kata dia, Selasa, 5 Mei 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Lukman menyampaikan, aturan pembatasan itu sudah melewati pertimbangan soal kebutuhan peserta untuk berkomunikasi dengan keluarga mereka pada waktu-waktu tertentu.
Dalam pelaksanaan persiapan keberangkatan para penerima beasiswa tahun ini terdapat larangan penggunaan telepon genggam. Peserta hanya diizinkan mengakses ponsel selama satu jam per hari.
Sebelumnya, salah satu peserta bercerita kepada Tempo, aturan tersebut disampaikan sebagai bagian dari konsep karantina selama kegiatan berlangsung sekitar enam hari. “HP hanya boleh dipegang satu jam sehari. Katanya supaya peserta fokus selama kegiatan,” ujar dia pada Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan itu akan diselenggarakan mulai 4 sampai 9 Mei 2026.
Menurut dia, pembatasan itu menjadi persoalan, terutama bagi peserta yang harus tetap berkomunikasi dengan keluarga di daerah dengan perbedaan waktu. “Teman-teman dari Indonesia Timur merasa dirugikan. Ketika dapat waktu pegang HP, di sana sudah malam, bahkan anaknya sudah tidur,” kata dia.
Program persiapan keberangkatan pada tahun ini berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang umumnya digelar di hotel. Selain lokasi di kompleks militer, peserta juga dijadwalkan menjalani aktivitas padat sejak pukul 05.00 hingga 21.00 WIB, termasuk kegiatan luar ruang bersama TNI.
Pembatasan akses komunikasi tidak dijelaskan secara rinci sejak awal. Informasi mengenai aturan tersebut baru disampaikan menjelang pelaksanaan, bersamaan dengan detail lokasi dan konsep kegiatan. “Di undangan awal tidak dijelaskan. Baru belakangan dikasih tahu teknisnya seperti ini,” ujarnya.
Peserta mengaku telah menyampaikan keberatan kepada penyelenggara. Namun, panitia menyebut kebijakan tersebut merupakan keputusan manajemen dan telah melalui penyesuaian. “Awalnya katanya tidak boleh pegang HP sama sekali, lalu dinegosiasikan jadi satu jam sehari,” kata dia.
















































