Meghan Trainor Tampil Langsing: Reaksi Publik dan Makna Body Positivity

5 days ago 10

CANTIKA.COM, JakartaMeghan Trainor, penyanyi yang dikenal lewat lagu hits All About That Bass, kembali menjadi sorotan. Kali ini, bukan karena musiknya, melainkan perubahan drastis pada tubuhnya. Setelah lama dikenal sebagai ikon body positivity dengan bentuk tubuh yang lebih berisi, Meghan kini tampil jauh lebih langsing. Perubahan ini mengundang beragam reaksi dari publik, terutama mereka yang mengaguminya sebagai sosok yang berani menentang standar kecantikan konvensional.

Perjalanan Meghan Trainor: Dari Body Positivity ke Transformasi Tubuh

Sejak awal kariernya, Meghan Trainor aktif mengampanyekan penerimaan diri dan mencintai tubuh apa adanya. Lagu All About That Bass menjadi anthem bagi banyak orang yang merasa terpinggirkan oleh standar kecantikan yang terlalu sempit. Meghan mengajarkan bahwa semua bentuk tubuh itu indah dan layak dihargai, tanpa harus memenuhi ekspektasi masyarakat.

Namun, belakangan ini, Meghan tampil dengan tubuh yang lebih ramping. Alih-alih mendapat pujian, transformasi Meghan justru menimbulkan perdebatan. Banyak yang merasa kecewa, menganggapnya telah “menyerah” pada tekanan standar kecantikan dan kehilangan esensi pesan body positivity yang selama ini ia gaungkan. Sebagian orang bahkan berpendapat bahwa perubahan ini seolah mengisyaratkan bahwa tubuh berisi bukan sesuatu yang sepenuhnya bisa diterima, melainkan sesuatu yang harus "diperbaiki."

Di sisi lain, banyak pula yang membela Meghan dan menegaskan bahwa keputusan mengubah tubuhnya adalah hak pribadinya. Seorang warganet mengomentari, “Malu sekali melihat banyak wanita di sini yang menghakimi keputusannya untuk menjadi lebih sehat dan langsing. Dia terlihat luar biasa, dan setiap orang berhak memilih apa yang terbaik untuk dirinya sendiri. Daripada sibuk mengkritik mengapa dia ingin tampil lebih baik, mungkin lebih baik bercermin dulu. Sungguh ironis, betapa sering wanita justru saling menjatuhkan hanya karena seseorang tampil lebih baik.” @marcelita21210.

Body Positivity: Haruskah Tetap dengan Satu Bentuk Tubuh?

Meski banyak yang menyayangkan perubahan Meghan, penting untuk memahami bahwa body positivity tidak berarti seseorang harus mempertahankan bentuk tubuh tertentu selamanya. Inti dari gerakan ini adalah menerima tubuh dalam kondisi apa pun—baik saat lebih berisi maupun lebih langsing—selama perubahan tersebut dilakukan dengan alasan yang sehat dan bukan karena tekanan sosial.
Meghan Trainor tetap berhak mengubah tubuhnya sesuai keinginannya, selama itu membuatnya lebih bahagia dan sehat. Yang seharusnya disayangkan bukanlah perubahan tubuhnya, tetapi bagaimana masyarakat masih melihat body positivity sebagai sesuatu yang hanya berlaku untuk satu jenis tubuh saja.

Mengenal Body Positivity

Dilansir dari Psychology Today, body positivity adalah gerakan yang menekankan penerimaan tubuh dalam berbagai ukuran dan bentuk, bukan hanya yang sesuai dengan standar kecantikan masyarakat. Gerakan ini berfokus pada penerimaan diri, penghargaan terhadap kemampuan tubuh, serta mengkritisi pesan-pesan negatif yang diterima seseorang tentang tubuhnya dari individu, media, maupun budaya populer.

Body Positivity: Konsep dan Kritik

Gerakan body positivity berakar dari gerakan penerimaan tubuh gemuk (fat acceptance movement) yang muncul pada 1960-an. Gerakan ini pertama kali digagas oleh perempuan kulit hitam dan komunitas queer sebagai bentuk perlawanan terhadap diskriminasi dan stigma yang mereka alami karena berat badan mereka. Dari sinilah body positivity berkembang, membawa semangat penerimaan dan cinta terhadap semua bentuk tubuh.

Namun, meskipun berawal dari gerakan inklusif, body positivity kini sering dikritik karena kurangnya keberagaman. Di media sosial, misalnya, gerakan ini sering kali didominasi oleh perempuan kulit putih bertubuh langsing yang masih sesuai dengan standar kecantikan konvensional. Akibatnya, tubuh-tubuh yang paling terpinggirkan tetap tidak mendapatkan tempat, sementara tubuh-tubuh yang lebih diistimewakan terus menjadi pusat perhatian.

Selain itu, ada beberapa kritik lain terhadap gerakan ini. Salah satunya adalah bagaimana perusahaan dan selebriti memanfaatkan body positivity sebagai strategi pemasaran melalui produk dan kampanye, tetapi tetap mempromosikan standar kecantikan yang sempit. Kritik lainnya menyebut bahwa gerakan ini terlalu berfokus pada penampilan, padahal identitas dan pengalaman seseorang jauh lebih kompleks. Ada pula yang merasa bahwa tekanan untuk selalu berpikir positif tentang tubuh justru bisa berujung pada langkah-langkah yang tidak sehat dalam usaha mencintai tubuh mereka.

Perubahan tubuh Meghan Trainor menyoroti kompleksitas gerakan body positivity. Di satu sisi, gerakan ini bertujuan untuk membebaskan semua orang dari tekanan standar kecantikan. Namun, di sisi lain, ekspektasi terhadap figur publik seperti Meghan justru memperlihatkan bahwa masyarakat masih memiliki pandangan terbatas tentang makna penerimaan tubuh. Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah bentuk tubuh seseorang, melainkan bagaimana setiap individu merasa nyaman dan bahagia dengan dirinya sendiri tanpa harus takut dihakimi.

Pilihan Editor: Meghan Trainor Melahirkan Anak Kedua, Namanya Barry Bruce Trainor

NAJWA AZZAHRA | INSTAGRAM | PSYCHOLOGY TODAY 

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika

Read Entire Article
Parenting |