Menlu Araghchi: Israel Terikat Kesepakatan AS-Iran

5 hours ago 9

MENTERI Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa pihaknya memandang Israel terikat sebagai pihak dalam kesepakatan perdamaian dengan Amerika Serikat, sebagaimana gerakan Syiah Hizbullah.

"Saya ingin menekankan poin penting: Dari perspektif kami, satu pihak dalam memorandum ini adalah Amerika Serikat dan Israel, pada pihak lain yaitu Iran dan Hizbullah," kata Araghchi dalam pertemuan bersama perwakilan misi diplomatik asing, Selasa 16 Juni 2026 seperti dilansir Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia menekankan bahwa berakhirnya permusuhan di Libanon adalah aspek yang tak kalah penting dalam usaha mengakhiri perang antara AS dan Iran.

"Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka jajah selama perang saat ini, perang tak dapat dianggap berakhir sepenuhnya," ucap dia

Menlu Iran juga menegaskan bahwa serangan Israel terhadap Libanon dalam bentuk apapun akan diperlakukan sebagai pelanggaran memorandum perdamaian.

Netanyahu Berkukuh

Sehari sebelumnya, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa “perjuangan Israel belum berakhir” sambil berjanji untuk tetap berada di “zona keamanan” di Libanon. “Kami akan tetap berada di zona keamanan ini selama diperlukan untuk membela negara kami,” katanya dalam konferensi pers seperti dilansir NBC News.

“Dengan kesepakatan atau tanpa kesepakatan — Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” katanya. “Tidak hari ini, dan tidak besok. Selama saya menjadi Perdana Menteri Israel, ini tidak akan terjadi.”

Sebelum konferensi persnya, seorang pejabat Israel yang diberi informasi tentang masalah ini mengatakan kepada NBC News bahwa Netanyahu sedang berupaya bertemu dengan Presiden Donald Trump untuk membahasnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump secara terbuka mengkritik Netanyahu karena terus menyerang Hizbullah, yang menurut Iran harus dilindungi dari serangan Israel di bawah kesepakatan gencatan senjata apa pun dengan AS.

“Dia orang yang sangat sulit,” kata Trump tentang Netanyahu dalam sebuah wawancara dengan The New York Times tak lama setelah kesepakatan itu diumumkan. “Sejujurnya, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kami karena melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama dua jam.”

Read Entire Article
Parenting |