MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menilai Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki modal besar untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan melalui pengembangan konsep wisata olahraga atau sport tourism.
Menurut Erick, Yogyakarta memiliki perpaduan yang harmonis antara keindahan bentang alam, kekayaan warisan budaya, serta kualitas penyelenggaraan kegiatan berskala internasional.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Dengan kekuatan budaya dan destinasi yang dimiliki Yogyakarta, bisa menjadi pengungkit kunjungan wisata sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru," ujar Erick saat menghadiri ajang Mandiri Jogja Maraton di Yogyakarta, Minggu, 21 Juni 2026.
Erick pun menyoroti ajang lari yang sudah digelar sejak 2017 silam, yang berhasil mendulang peserta dari semula di angka ribuan hingga saat ini mencapai puluhan ribu. Pada tahun ini diikuti total 10200 pelari yang berasal dari 17 negara.
"Dari ajang ini saja terbukti Yogyakarta mampu menarik lebih banyak peserta baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Artinya Yogyakarta punya modal kuat untuk sport tourism ini," kata dia.
Manfaat Ekonomi Warga Sekitar
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan mengungkapkan sejak awal ajang itu dirancang tidak hanya untuk menghadirkan pengalaman berkompetisi bagi para peserta yang melibatkan warga mancangara.
Konsep event ini, kata dia, memberikan manfaat ekonomi juga bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi acara. Manfaat ekonomi ajang tersebut sejalan dengan hasil riset yang dikeluarkan Mandiri Institute sebelumnya. Yang menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang ini pada tahun 2025 lalu telah mendorong pertumbuhan nilai belanja masyarakat hingga mencapai angka 11,6 persen selama pekan pelaksanaan acara tersebut.
Dengan peningkatan jumlah peserta yang sangat signifikan pada tahun ini, ia memprediksi dampak ekonomi yang dihasilkan diproyeksikan akan bernilai jauh lebih besar. "Terutama bagi ekosistem sektor perhotelan, penyedia jasa transportasi, pelaku industri kuliner, pelaku jasa wisata, serta seluruh pelaku usaha lokal setempat," kata dia.
Adapun Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta Imam Pratanadi menuturkan ajang ini telah berkembang menjadi salah satu etalase promosi daerah yang sangat efektif di mata internasional.
Kehadiran ribuan peserta yang datang bersama para pendamping mereka secara langsung dinilai turut mendorong peningkatan persentase okupansi hotel, intensitas kunjungan ke berbagai destinasi wisata, aktivitas industri kuliner, hingga volume transaksi produk-produk usaha lokal.
"Ajang ini sudah mengukuhkan Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan. Event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong perputaran ekonomi daerah," kata dia.
Desain Narasi Kebudayaan
Race Director Mandiri Jogja Marathon 2026, Pandu Bagus Buntaran, menjelaskan seluruh desain lintasan ajang tahun ini dirancang secara khusus untuk menghadirkan narasi kebudayaan Yogyakarta secara langsung kepada para peserta.
Bahkan, medali khusus yang diberikan kepada para finisher sengaja mengangkat visual ikon Panggung Krapyak, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Garis Sumbu Filosofi Yogyakarta yang telah diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO.
"Setiap kilometer ajang ini simbol perjalanan menyusuri narasi budaya Yogyakarta. Pelari tidak hanya menempuh jarak, tetapi juga diajak mengenal filosofi dan peradaban yang hidup di Yogyakarta," ujar Pandu
Para peserta diajak menempuh rute lintasan resmi yang telah mendapatkan sertifikasi internasional dari Association of International Marathons and Distance Races atau AIMS.
Lintasan tersebut melintasi berbagai lanskap khas wilayah Yogyakarta, mulai dari kawasan Candi Plaosan, Monumen Taruna, hamparan pemandangan sawah yang hijau, hingga kawasan desa-desa tradisional yang sampai saat ini masih sangat konsisten menjaga denyut nadi budaya lokal.

















































