Minat Investor Beli Global Bond Danantara Tembus Rp 81,5 T

4 hours ago 9

CHIEF Executive Officer Danantara Rosan Roeslani mengklaim penerbitan obligasi global perdana (global bond) Danantara dengan denominasi dolar Amerika Serikat mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed lebih dari tiga kali lipat. Rosan mengatakan hal ini menunjukkan minat investor global terhadap Indonesia masih tinggi.

Danantara awalnya menargetkan global bond meraup US$ 1 miliar. Namun, setelah Rosan melakukan rangkaian roadshow ke sejumlah pusat keuangan dunia, permintaan investor mencapai US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 81,5 triliun (dengan asumsi rupiah 17.725 per US$). Sehingga penerbitan perdana ini diputuskan US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 26,5 triliun.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Rosan minat investor terhadap obligasi dengan tenor 5 dan 10 tahun ini menunjukkan kepercayaan mereka yang masih tinggi terhadap pasar Indonesia. “Bahkan mereka menyatakan kepada saya sangat-sangat terbuka apabila Danantara ingin menerbitkan bond sampai yang 30 tahun," kata dia lewat keterangan resmi, Senin, 15 Juni 2026.

Tingginya permintaan, menurut dia, menjadi indikator bahwa pasar internasional masih menaruh kepercayaan besar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Apalagi, penerbitan obligasi dilakukan di tengah ketidakpastian ekonomi global, meningkatnya tensi geopolitik, serta tekanan yang sempat mewarnai pasar keuangan domestik.

Obligasi perdana yang diterbitkan Danantara terbagi dalam tenor 5 tahun dan 10 tahun dan masing-masing meraup senilai US$ 750 juta. Rosan juga mengungkap keberhasilan mencapai tingkat kupon atau bunga yang berada di bawah ekspektasi awal pasar. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan imbal hasil 5,35 persen, sedangkan tenor 10 tahun sebesar 5,95 persen.

Peminat obligasi Danantara ini didominasi investor asal Amerika Serikat dan Eropa. Untuk obligasi tenor 5 tahun pembelinya sekitar 38 persen merupakan investor berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia. Sedangkan tenor 10 tahun, mayoritas pembeli berasal dari AS dengan porsi 52 persen, diikuti Eropa dan Timur Tengah sebesar 31 persen, serta Asia 17 persen.

Read Entire Article
Parenting |