Moms, Penting! Ini Dampak Tidur Teratur pada Pertumbuhan Anak

1 week ago 10

Fimela.com, Jakarta Tidur adalah kebutuhan penting bagi setiap orang, termasuk bagi anak-anak. Masa kanak-kanak adalah periode pertumbuhan yang terjadi secara pesat, baik secara fisik maupun mental, sehingga kualitas tidur yang baik menjadi salah satu kunci tumbuh kembang optimal. Tidur bukan hanya waktu untuk beristirahat, melainkan momen penting bagi tubuh untuk memulihkan energi, memproduksi hormon pertumbuhan, dan memproses informasi yang dipelajari seharian.

Sayangnya, membiasakan anak memiliki jadwal tidur yang konsisten sering kali menjadi tantangan tersendiri. Jadwal sekolah, aktivitas bermain, penggunaan gadget, bahkan kebiasaan orang tua bisa mempengaruhi pola tidur anak. Padahal, tidur teratur memberi manfaat besar bagi kesehatan fisik, mental, dan emosional mereka.

Berapa Lama Anak Perlu Tidur?

Kebutuhan tidur anak berbeda-beda tergantung usia. Menurut American Academy of Sleep Medicine, berikut panduan lama tidur harian (termasuk tidur siang) yang disarankan:

Bayi dalam usia 4–12 bulan membutuhkan waktu 12–16 jam. Sementara balita dengan rentang usia 1–2 tahun memerlukan waktu 11–14 jam. Untuk anak di usia 3–5 tahun perlu tidur dengan durasi 10–13 jam. Anak yang berada di usia sekolah, mulai dari 6–12 tahun membutuhkan tidur selama 9–12 jam. Sementara remaja yang sudah berusia 13 – 18 tahun memerlukan waktu 8–10 jam. 

Mengapa Tidur Teratur Penting Bagi Pertumbuhan Anak?

Apabila anak masih tidur siang, durasinya tetap dihitung sebagai bagian dari total kebutuhan tidur. Namun, setiap anak memiliki kebutuhan yang sedikit berbeda. Misalnya, anak yang sedang menghadapi masa transisi seperti masuk sekolah atau pindah lingkungan baru mungkin membutuhkan waktu tidur lebih panjang untuk membantu tubuh dan pikirannya beradaptasi. Nah, berikut ini manfaat tidur terarur pada anak : 

1. Mendukung Pertumbuhan Fisik

Saat tidur nyenyak, tubuh anak memproduksi hormon pertumbuhan yang sangat penting untuk perkembangan tulang, otot, dan jaringan tubuh lainnya. Kurang tidur dapat menghambat proses ini dan berdampak pada pertumbuhan fisik jangka panjangnya. 

2. Meningkatkan Fungsi Otak

Tidur adalah waktu bagi otak anak untuk mengolah dan menyimpan informasi yang mereka pelajari sepanjang hari. Anak yang cukup tidur akan lebih mudah berkonsentrasi, memecahkan masalah, dan mengingat pelajaran di sekolah.

3. Mengatur Emosi dan Perilaku

Kurang tidur membuat anak lebih mudah rewel, sulit diatur, dan kurang sabar. Sebaliknya, tidur cukup membantu mereka mengendalikan emosi, berinteraksi lebih baik, dan mengurangi risiko masalah perilaku.

4. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Tidur yang berkualitas membantu tubuh memproduksi sel-sel kekebalan yang melawan infeksi. Anak yang tidur cukup cenderung lebih jarang sakit dibandingkan anak yang kurang tidur.

Apa yang Terjadi Apabila Anak Kekurangan Tidur?

Jika kebutuhan tidur anak tidak terpenuhi, efeknya tidak hanya terasa di hari berikutnya, tetapi juga bisa berdampak dalam jangka panjang. Anak yang kurang tidur berisiko mengalami penurunan prestasi di sekolah, gangguan konsentrasi, masalah perilaku, dan bahkan gangguan kesehatan seperti obesitas atau tekanan darah tinggi saat dewasa.

Oleh karena itu, Sahabat Fimela dapat membantu anak dalam membentuk pola tidur yang sehat dan konsisten untuk anak dengan cara menetapkan jam tidur dan bangun yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan. Hindarilah penggunaan gadget setidaknya satu jam sebelum tidur, ciptakan suasana kamar yang tenang dan nyaman, serta lakukan rutinitas sebelum tidur seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut.

Dengan tidur yang teratur dan cukup, anak bukan hanya tumbuh sehat secara fisik, tetapi juga berkembang optimal secara mental dan emosional. 

Penulis : Annisa Kharisma Dewi 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |