Panjang Total Jembatan Darurat TNI AD Capai 13,1 Km, Dua Kali Suramadu

6 hours ago 1

INFO TEMPO – Selama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pemulihan Pascabencana Sumatra bertugas sejak 7 Januari 2026, TNI Angkatan Darat telah membangun total 350 jembatan berbagai jenis. Jika dirangkai, total panjangnya mencapai 13.169,8 meter atau 13,1 kilometer, lebih dari dua kali panjang Jembatan Suramadu di Jawa Timur yang membentang 5.438 meter, jembatan terpanjang di Indonesia.

Dari total panjang tersebut, Jembatan Perintis menjadi penyumbang terbesar mencapai 8.578,5 meter. Jembatan Bailey yang banyak digunakan di jalur strategis mencapai sekitar 3.418 meter, sedangkan jembatan Armco sepanjang 1.173,3 meter.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam laporan Satgas PRR per 27 April 2026, Staf Teritorial Angkatan Darat dan Kodam Iskandar Muda mencatat 89 jembatan Bailey telah rampung dan 31 unit masih dikerjakan. Jembatan Armco yang selesai mencapai 95 unit dengan 50 unit dalam pengerjaan. Adapun Jembatan Perintis yang telah beroperasi sebanyak 34 unit dan 51 unit masih dibangun.

Jembatan terpanjang berada di Sekrak Kiri, Aceh Tamiang, dengan bentang 280 meter dan masih dalam tahap penyelesaian. Adapun jembatan terpendek berupa jembatan Armco sepanjang 1,5 meter di Bluka Teubai 2, Aceh Utara.

Selain TNI AD, Kepolisian RI juga terlibat dalam pemulihan infrastruktur dengan membangun 37 jembatan, terdiri atas 31 Jembatan Perintis dan 6 Jembatan Bailey. Namun, data panjang keseluruhan jembatan yang dibangun Polri belum tersedia.

Keterlibatan lintas institusi menunjukkan percepatan pemulihan terus berjalan di tengah tantangan medan dan cuaca. "Medan dan cuaca memang cukup dinamis," ujar Letkol Czi I Made Dwi Bagus Yudistira dari Yonzikon 12/KJ, dikutip dari Merdeka.com, 8 April 2026.

Ia mengatakan disiplin dan ketelitian prajurit menjadi kunci agar akses masyarakat segera pulih. "Akses pendidikan bagi anak sekolah kini kembali normal. Selain itu, para petani kini dapat kembali menyalurkan hasil buminya ke pasar,” tutur Letkol Czi I Made Dwi.

Kerja keras personel di lapangan juga diakui Kepala Staf AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. "Sudah berpuluh-puluh kali saya mengadakan perjalanan untuk bantuan bencana, mulai dari Gunung Merapi, bencana di Lembata dan lainnya, namun baru kali ini di Sumatra yang tercepat. Dalam kondisi ini, kita bisa bangun banyak jembatan Bailey, ratusan sumber air bersih dan Huntara," ucap dia.

Kasatgas PRR Tito Karnavian turut mengapresiasi keterlibatan lintas lembaga dalam percepatan pemulihan Sumatra. “Mobilisasi pemulihan Sumatra melibatkan TNI, Polri, kementerian/lembaga, serta seluruh unsur pemerintah daerah,” ujarnya.

“Karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi yang terlibat, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, TNI, Polri, dan lainnya, yang sudah bekerja keras memulihkan akses jalan nasional hingga jembatan penghubung untuk mendukung pasokan logistik,” kata Tito. (*)

Read Entire Article
Parenting |