Tersangka Penembakan di Jamuan Pers Didakwa Coba Bunuh Trump

2 hours ago 5

OTORITAS federal Amerika Serikat mendakwa Cole Tomas Allen, 31 tahun, atas percobaan pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump setelah insiden penembakan dalam sebuah gala pers di Washington, DC. Menurut laporan Al Jazeera pada Senin, 27 April 2026, Allen juga menghadapi dakwaan kepemilikan senjata api dalam tiga tuntutan terpisah. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara seumur hidup.

Dalam sidang perdana di pengadilan federal Washington, Allen hadir dengan seragam tahanan biru dan duduk di meja pembela didampingi pengacara dari kantor pembela umum federal, sebagaimana dilansir France 24. Ia belum memberikan tanggapan atas tuduhan tersebut. Hakim Magistrat Matthew Sharbaugh memerintahkan penahanan Allen dan menjadwalkan sidang lanjutan pada Kamis untuk menentukan kelanjutan status tahanannya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kronologi Penembakan di Acara Jamuan

Insiden terjadi dalam acara tahunan White House Correspondents’ Association dinner, sebuah jamuan resmi yang dihadiri jurnalis dan pejabat tinggi AS. Allen tiba di Washington pada 24 April 2026, sehari sebelum acara, setelah melakukan perjalanan kereta dari California melalui Chicago. Ia kemudian menginap di hotel tempat acara berlangsung.

Jaksa Agung Sementara Todd Blanche menjelaskan, saat acara berlangsung, Allen mendekati pos pemeriksaan keamanan di area teras hotel, satu lantai di atas ballroom tempat Trump berada. “Ia berlari melewati detektor logam sambil membawa senjata laras panjang. Saat itu, petugas Dinas Rahasia yang berjaga mendengar suara tembakan keras,” kata Blanche.

Pernyataan Jaksa dan Barang Bukti

“Ia berupaya membunuh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,” kata Jaksa Jocelyn Ballantine di pengadilan.

Menurut jaksa, Allen membawa sejumlah senjata, termasuk pistol semiotomatis, shotgun pompa kaliber 12, serta tiga pisau. Jaksa Wilayah Washington, Jeanine Pirro, menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya dakwaan tambahan. 

“Jangan salah, ini adalah upaya pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat, dengan terdakwa secara jelas menyatakan niatnya yakni menjatuhkan sebanyak mungkin pejabat kabinet tingkat tinggi,” ujar Pirro kepada wartawan.

Pirro juga menyebut adanya manifesto yang diduga ditulis tersangka, berisi daftar target pejabat pemerintahan berdasarkan tingkat jabatan. Motif serangan belum diungkap secara resmi.

Peristiwa ini disebut sebagai upaya pembunuhan ketiga terhadap Trump sejak 2024 dan memicu reaksi politik di Washington. Gedung Putih menilai retorika politik turut memicu kekerasan. “Kebohongan dan fitnah yang tidak masuk akal terhadap presiden, keluarganya, dan para pendukungnya telah membuat orang-orang mempercayai hal-hal yang tidak rasional, dan mereka terdorong melakukan kekerasan karena kata-kata tersebut,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt,“Ini harus dihentikan.”

Read Entire Article
Parenting |