Pemberdayaan Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Bandar Lampung

1 hour ago 5

INFO CANTIKA — Walikota Bandar Lampung, Eva Dwiana menerima Apresiasi Swara Cantika 2026 di bidang Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Ketahanan Sosial. Eva meraih penghargaan ini atas inisiatif strategis yang secara langsung menyasar ketahanan ekonomi keluarga, UMKM berbasis perempuan, dan penguatan kapasitas dari tingkat kelurahan hingga kota guna memutus rantai kemiskinan antar generasi. "Atas nama Ibu Wali Kota Bandar Lampung, kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan," kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemerintah Kota Bandar Lampung Wilson Faisol yang mewakili Eva saat menerima penghargaan tersebut pada 17 September 2026 di Ballroom Samisara, Jakarta. 

Wilson mengatakan pemberdayaan perempuan menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana, dukungan kepada pelaku usaha perempuan dilakukan tidak hanya melalui bantuan modal, tetapi juga pelatihan, penguatan pemasaran, pengemasan produk hingga pemanfaatan teknologi digital serta pemberian izin Nomor Induk berusaha dan fasilitasi sertifikasi halal secara gratis kepada UMKM.

Salah satu program prioritas yang dijalankan adalah Pinjaman UMKM Siger dengan bunga 0 persen atau lebih dikenal pinjaman tanpa bunga. UMKM dapat meminjam kepada Bank yang telah ditunjuk oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung dan Masyarakat hanya membayar pokok, sedangkan bunga di tanggung oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui APBD. Program ini diluncurkan untuk membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan dan memperoleh kepastian berusaha.  

Menurut keterangan Wilson, program tersebut menjadi bagian dari upaya Wali Kota Eva Dwiana meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, terutama usaha yang banyak dijalankan perempuan. “Salah satu program prioritas Ibu Wali Kota adalah menggerakkan UMKM, khususnya kaum perempuan. Jadi banyak program-program Ibu Wali Kota yang melibatkan perempuan,” kata Wilson.

Menurut dia, pinjaman tanpa bunga telah berjalan sekitar tiga tahun. Besaran bantuan modal yang diberikan berkisar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta, dengan peluang peningkatan secara bertahap bagi pelaku usaha yang aktif dan berkembang. Dukungan tersebut ditujukan agar pelaku usaha yang sebelumnya mengalami perlambatan setelah pandemi Covid-19 dapat kembali mengembangkan usahanya. “Dalam rangka meningkatkan usaha mereka. Yang tadinya mulai dari habis COVID itu agak stuck. Nah, dengan program pinjaman tanpa bunga tersebut, UMKM dapat dapat tumbuh dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Pemberdayaan UMKM perempuan di Bandar Lampung pun tidak berhenti pada akses pembiayaan. Pemerintah kota juga memberikan dukungan berupa peralatan pengemasan, alat cetak, gerobak usaha serta fasilitas untuk meningkatkan kualitas produk dan peningkatan kemampuan manejerial bagi pelaku UMKM. Pemerintah Kota, kata Wilson juga memiliki fasilitas “pendampingan dan pembuatan packaging/pengemasan produk” bagi pelaku UMKM untuk membantu proses pengemasan produk agar sesuai dengan selera pasar dan sesuai standar SNI. Upaya tersebut diarahkan agar produk UMKM tidak hanya dapat diproduksi, tetapi juga memiliki tampilan dan kualitas yang lebih baik ketika dipasarkan. “Kemudian juga Ibu juga memberikan bantuan alat-alat untuk pengepakan, bahkan alat cetak untuk UMKM. Kita punya satu gedung di perindustrian untuk membantu UMKM melakukan packaging, untuk peningkatan kualitas produknya,” kata Wilson. Dukungan itu menyasar pelaku usaha yang bergerak di berbagai bidang, dari mulai pengusaha kuliner dan kerajinan tapis, batik dan sulam usus, dimana kedua sektor itu banyak melibatkan perempuan.

Data Pemerintah Kota Bandar Lampung menunjukkan dukungan terhadap UMKM juga dilakukan melalui fasilitasi pemasaran offline dan online, bazar, kerja sama dengan toko atau swalayan serta keikutsertaan pelaku UMKM dalam berbagai pameran/expo. Laporan kinerja Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung menyebut fasilitasi tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan laba dan kapasitas pelaku UMKM.

Dari Pelatihan hingga Digitalisasi

Setelah mendapatkan dukungan modal dan sarana produksi, pelaku usaha juga didorong meningkatkan kapasitasnya. Pemerintah kota melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, antara lain dinas yang menangani koperasi dan UMKM, perdagangan, perindustrian serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Pelatihan mencakup pengenalan produk, promosi dan pemasaran. Pemerintah kota juga menghubungkan pelaku UMKM dengan sektor pariwisata dan perhotelan untuk memperluas pasar. “Dinas-dinas kita yang terkait dengan UMKM maupun koperasi, perdagangan, perindustrian, termasuk pemberdayaan perempuan dan anak, itu melakukan program-program pelatihan. Termasuk pelatihan mulai dari pengenalan, pemasaran dan promosi,” ujar Wilson.

Kemajuan teknologi berpengaruh pada pola produksi dan pemasaran, promosi dan pembayaran/transaksi. Untuk itu diperlukan pemahaman dan pengetahuan UMKM tentang pemanfaatan teknologi digital bagi pengembangan usahanya. “Sekarang kan arahnya sudah digitalisasi. Jadi kita latih mereka bagaimana digitalisasi, berniaga melalui digitalisasi,” katanya.

Pemberdayaan Ekonomi dan Ketahanan Sosial

Dalam kebijakan ketahanan keluarga di Kota Bandar Lampung, pemberdayaan ekonomi perempuan juga ditempatkan sebagai salah satu unsur ketahanan ekonomi, sementara perlindungan perempuan dan anak, jaminan sosial serta pelayanan kesejahteraan sosial termasuk dalam komponen ketahanan sosial. Artinya, pemberdayaan perempuan dapat memiliki efek yang lebih luas, yaitu perempuan memperoleh kesempatan meningkatkan pendapatan, keluarga menjadi lebih kuat secara ekonomi, dan masyarakat memiliki kemampuan lebih besar menghadapi tekanan sosial maupun ekonomi.

Walau sebenarnya, tantangan pelaku usaha perempuan pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan pelaku usaha lainnya. Banyak usaha perempuan bermula dari skala rumah tangga sehingga membutuhkan pendampingan agar dapat berkembang. “Dalam dunia usaha, ya terkait ekonomi dan bagaimana mengembangkan usaha. Mereka rata-rata mulai dari rumah tangga. Untuk menjadi pengusaha yang meningkat tentunya perlu perjuangan, perlu pengetahuan, kesabaran dan didukung oleh pemerintah,” kata dia.

Karena itu, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berupaya mendampingi pelaku usaha dalam proses pengembangan. Menurut dia, keberlanjutan pemberdayaan tersebut juga bergantung pada kemampuan pelaku usaha mengikuti perubahan zaman. Digitalisasi dinilai menjadi salah satu kunci agar produk UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal. “Tetap berkomitmen untuk memajukan usaha kita hingga ke tingkat regional bahkan berorientasi ekspor. Tapi tanpa dukungan teknologi dan digitalisasi, kemajuannya tidak akan cepat,” kata Wilson.

Inovasi pemberdayaan perempuan di Bandar Lampung dibangun melalui beberapa lapis dukungan seperti akses modal, peningkatan kualitas produk, pelatihan, perluasan pemasaran dan digitalisasi. Pendekatan tersebut membuat pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi diarahkan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas dan kemandiriannya. "Kita mengawal mereka. Menggerakkan mereka sehingga dari yang awalnya pengusaha rumah tangga bisa menjadi pengusaha yang maju," kata Wilson. (*)

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
Parenting |