Peneliti Rekam Hiu Goblin Laut Dalam di Samudra Pasifik

6 hours ago 11

EKSPEDISI bawah laut yang berlangsung di Palung Tonga dan Pulau Jarvis, Samudra Pasifik, berhasil mencatat sejarah baru karena merekam penampakan hiu goblin (Mitsukurina owstoni) di kedalaman 2.000 meter. Penemuan satwa langka yang kerap dijuluki "fosil hidup" ini mengakhiri teka-teki panjang para ilmuwan mengenai perilaku makhluk purba misterius tersebut di laut dalam.

Selama ini pengetahuan peneliti ihwal hiu goblin sangat terbatas. Spesies ini sebelumnya hanya diketahui wujudnya setelah menjadi bangkai yang terdampar di pinggir pantai. Kemudian, ada pula yang berasal dari tangkapan nelayan karena tersangkut jaring pukat di laut dalam. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Hiu goblin adalah hewan laut dalam yang karismatik. Saya tak menyangka bisa melihatnya hidup-hidup (dari rekaman kamera bawah laut),” kata Direktur Pusat Penelitian Laut Dalam Minderoo-UWA yang juga penulis studi ini dikutip dari laman The University of Western Australia pada Senin, 22 Juni 2026.

Penelitian yang dilakukan oleh Minderoo-UWA Deep-Sea Research Centre dan University of Hawaii ini juga diterbitkan dalam Journal of Fish Biology. Mereka melakukan pengamatan di waktu yang berbeda, yakni Agustus 2024 di Palung Tonga, dan Juli 2019 di Pulau Jarvis, Samudra Pasifik.

Menurut laporan penelitian, ekspedisi ini dilakukan dengan kapal penelitian R/V Dagon sebagai bagian dari Inkfish Open Ocean Expedition. “Bukan hanya melihat hiu goblin, kami juga menemukan fakta spesies ini menjadi hiu putih terdalam yang pernah ditemukan,” ucap Jamieson. 

Dalam ekspedisi tersebut, peneliti menghabiskan 50 hari untuk merekam terus menerus pada kedalaman antara 800 dan 10.800 meter. Sedangkan hiu goblin yang berhasil diabadikan dalam rekaman hanya berlangsung 20 detik saja di kedalaman 1.997 meter. “Ini merupakan bukti betapa sulitnya menemukan spesies ini,” ujar Jamieson.

Temuan ini sekaligus memberikan data baru ihwal sebaran hiu goblin yang ternyata tak hanya terpusat di wilayah lepas pantai barat Amerika Serikat, Australia, Jepang, Samudra Atlantik, dan Samudra Hindia saja. Temuan baru ini secara signifikan memperluas jangkauan geografis, dengan kedua penampakan tersebut berada di Pasifik Tengah.

Read Entire Article
Parenting |