PRESIDEN Prabowo Subianto akan membahas masalah ketersediaan minyak global bersama Vladimir Putin. Prabowo diagendakan bertemu dengan Presiden Federasi Rusia tersebut dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ke Rusia pekan ini.
Prabowo berangkat ke Rusia dari Jakarta pada Ahad menjelang tengah malam, 12 April 2026. Ketua Umum Partai Gerindra itu akan menempuh penerbangan nonstop selama kurang-lebih 12 jam sebelum tiba di Rusia pada Senin pagi waktu setempat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Prabowo bakal bertemu dengan Putin pada hari yang sama. "Presiden Prabowo dijadwalkan langsung melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Vladimir Putin pada siang harinya," kata Teddy melalui keterangan tertulis yang dirilis Sekretariat Presiden setelah kepergian Prabowo.
Menurut Teddy, pertemuan antara Prabowo dan Putin kali ini sangat penting. Khususnya saat konflik terjadi di berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah. “Di tengah dinamika global yang terus berubah, pertemuan ini menjadi sangat krusial,” tuturnya.
Teddy berujar, kedua pemimpin akan membahas sejumlah isu strategis, termasuk penguatan ketahanan energi nasional melalui kelanjutan kerja sama dengan pemerintah Rusia. "Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak," ucapnya.
Selain itu, Teddy berkata, Prabowo dan Putin akan bertukar pandangan soal perkembangan situasi geopolitik dunia. "Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian global," ujarnya.
Prabowo lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk terbang menuju Rusia pada Ahad sekitar pukul 23.10 WIB. Beberapa pejabat lain menyertai, antara lain, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kunjungan pada April 2026 ini akan menjadi lawatan ketiga Prabowo ke Rusia sebagai presiden. Mantan Menteri Pertahanan ini sebelumnya mengunjungi Rusia pada Juni dan Desember 2025. Prabowo bertemu dengan Putin dalam kedua kesempatan tersebut.
Presiden Prabowo sebelumnya menanggapi penilaian bahwa dirinya sering pelesiran ke luar negeri. Menurut dia, kegiatan dinasnya di luar negeri bertujuan mengantisipasi gejolak harga minyak dunia.
Menurut Prabowo, seorang kepala negara memiliki tanggung jawab untuk bisa memenuhi berbagai target pembangunan. Dia berujar, itu bukan tugas ringan. "Jadi saudara-saudara, jangan anggap berdiri di sini ini pekerjaan yang enak," kata Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Ia menyampaikan bahwa orang-orang yang ingin menjadi presiden harus siap menghadapi kenyataan tersebut. "Yang mau jadi presiden, selamat, benar-benar. Aku sudah telanjur, jadi aku harus kerja keras. Enggak ada libur saya," tuturnya yang empat kali mengikuti pilpres sebelum terpilih ini.
Prabowo kemudian membahas penilaian dari orang lain yang dia anggap berbeda dengan kenyataan tersebut. "Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, ya kita harus ke mana-mana," ucapnya.
Ia mencontohkan saat kunjungan luar negeri terakhirnya ke Jepang pada akhir Maret 2026. Ketika itu, Prabowo berujar, dirinya juga berupaya mendapat berbagai kerja sama di bidang energi.
Ketika itu, Prabowo mengatakan akan pergi ke luar negeri lagi dalam waktu dekat. Namun dia belum mengungkapkan tujuan selanjutnya tersebut. Prabowo mengklaim perjalanan dinas yang sudah direncanakan itu juga bertujuan untuk mengamankan kepentingan Indonesia.
Sejak dilantik menjadi presiden pada Oktober 2024 atau satu setengah tahun menjabat, Prabowo setidaknya sudah 35 kali melawat ke luar negeri. Terbaru, dia mengunjungi Jepang dan Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April 2026.


















































