Prabowo Akan Berangkat ke Filipina untuk Hadiri KTT ASEAN

5 hours ago 8

PRESIDEN Prabowo Subianto akan berangkat ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Association of Southeast Asian Nation (ASEAN). Sesi pertemuan para kepala negara Asia Tenggara itu akan berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana Prabowo berangkat ke Cebu. "Besok insya Allah Bapak Presiden akan mengikuti KTT ASEAN di Filipina. Tuan rumahnya memang Filipina," kata Bahlil, seperti dikutip Antara, pada Rabu, 6 Mei 2026.

Menurut Bahlil, Prabowo setidaknya akan berfokus membahas dua topik dalam KTT ASEAN kali ini, yakni isu pangan dan energi.

Bahlil menyebutkan salah satu komoditas energi yang menjadi perhatian Indonesia dalam pembahasan nanti adalah nikel. Dia berujar Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara yang memiliki ekosistem baterai nikel terintegrasi dari hulu ke hilir.

Karena itu, kata Bahlil, Indonesia terbuka untuk kerja sama nikel dengan negara-negara ASEAN, termasuk Filipina. Ketua Umum Partai Golkar ini berujar siap menerima suplai nikel dari Filipina untuk diolah menggunakan smelter di Indonesia.

KTT ASEAN kali ini mengangkat tema “Navigating Our Future Together” dan menjadi ruang bagi para pemimpin ASEAN membahas arah kawasan di tengah tekanan global. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang mengatakan Presiden Prabowo dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda utama, termasuk sesi pleno dan retret para pemimpin.

“Presiden RI diundang hadir untuk mengikuti sejumlah agenda utama di KTT ini, termasuk ASEAN Plenary dan Retreat Session. Adapun fokus utama KTT adalah merespons dampak konflik di Iran-Amerika Serikat, serta ketahanan energi dan pangan di Asia Tenggara,” ucap Yvonne dalam pertemuan media di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis, 30 April 2026.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat menjadi salah satu bahasan utama dalam pertemuan tersebut. Menurut Yvonne, para pemimpin ASEAN akan menitikberatkan pembahasan pada respons kolektif terhadap dampak konflik itu, terutama terhadap stabilitas ekonomi, energi, dan keamanan kawasan.

Dalam forum itu, Indonesia juga akan membawa pesan mengenai pentingnya menjaga soliditas kawasan. Pemerintah menilai persatuan dan sinergi antarnegara ASEAN menjadi faktor penting untuk menghadapi dinamika geopolitik yang kian kompleks.

Sebelum KTT tingkat kepala negara, ASEAN akan menggelar sejumlah pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri pada Kamis, 7 Mei 2026. Agenda tersebut mencakup ASEAN Foreign Ministers’ Meeting, ASEAN Political-Security Community Council Meeting, ASEAN Coordinating Council Meeting, serta ASEAN Joint Foreign and Economic Ministers’ Meeting.

Adinda Jasmine berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Penyebab Haji Ilegal Masih Marak

Read Entire Article
Parenting |