DUEL Argentina vs Austria akan tersaji pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 00.00 WIB. Pada laga yang akan disiarkan secara langsung oleh TVRI ini, kapten timnas Argentina, Lionel Messi, berpeluang membawa negaranya memastikan tiket ke fase gugur.
Argentina datang ke pertandingan ini dengan modal kemenangan meyakinkan 3-0 atas Aljazair pada Rabu lalu. Hasil tersebut menempatkan tim asuhan Lionel Scaloni di puncak klasemen Grup J. Sementara itu, Austria berada di posisi kedua dengan tiga poin setelah mengalahkan Yordania 3-1 pada 17 Juni.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Keraguan terhadap peluang Argentina mempertahankan gelar juara dunia seolah sirna setelah Messi tampil gemilang saat menghadapi Aljazair. Penyerang berusia 38 tahun itu mencetak hattrick dan menjadi aktor utama kemenangan timnya.
Messi kini hanya membutuhkan satu gol lagi untuk melampaui rekor milik Miroslav Klose sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 16 gol. Meski demikian, target utama Argentina tetap memastikan langkah ke babak gugur. Kemenangan atas Austria akan mengantar La Albiceleste lolos ke babak 32 besar. Bahkan hasil imbang diperkirakan cukup untuk mengamankan posisi mereka di tiga besar klasemen grup.
Jika mampu finis sebagai juara Grup J, Argentina akan menghadapi runner-up Grup H pada babak 32 besar. Namun, persaingan di grup yang dihuni Spanyol, Arab Saudi, Uruguay, dan Cape Verde masih sangat terbuka.
Performa Argentina juga sedang berada dalam tren positif. Tim besutan Scaloni memenangi delapan pertandingan terakhir mereka dan hanya dua kali gagal mencatat clean sheet. Dalam delapan laga kompetitif terkini, Argentina meraih enam kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Jika kembali menang atas Austria, mereka akan mencatat delapan kemenangan beruntun di Piala Dunia, menyamai jumlah kemenangan yang mereka raih dalam 14 pertandingan sebelumnya.
Di kubu lawan, Austria harus bekerja keras untuk menundukkan Yordania. Mereka baru berbalik unggul pada menit ke-76 berkat gol bunuh diri Yazan Abu Al-Arab setelah sebelumnya skor imbang 1-1. Kemenangan kemudian dipastikan lewat penalti yang dicetak Marko Arnautovic pada masa injury time babak kedua.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, kemungkinan kurang puas dengan penampilan lini belakang timnya. Austria sempat kehilangan organisasi permainan ketika Yordania mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-50 setelah pertahanan sisi kiri mereka terbuka akibat upaya menekan lawan terlalu tinggi.
Meski demikian, Rangnick masih bisa optimistis. Austria hanya sekali kebobolan lebih dari satu gol dalam 18 pertandingan terakhir mereka. Selain itu, tim berjuluk Das Team itu mampu mencetak setidaknya dua gol dalam empat dari enam laga kompetitif terakhir.
Austria kini berpeluang lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1982. Pencapaian itu akan terasa semakin istimewa karena edisi 2026 merupakan penampilan pertama mereka di putaran final Piala Dunia sejak 1998.
Kondisi Tim Terkini
Timnas Argentina diperkirakan kembali mengandalkan Lionel Messi saat menghadapi Austria. Seperti dikutip dari Sportsmole, Lionel Scaloni kemungkinan akan menyusun tim dengan fokus memberi ruang bagi Messi untuk mengendalikan permainan. Empat gelandang, yakni Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Thiago Almada, diperkirakan akan ditempatkan di belakang kapten Argentina tersebut.
Di lini belakang, Nahuel Molina berpeluang mengisi posisi bek kanan. Gonzalo Montiel sebenarnya menjadi salah satu pilihan, tetapi cedera hamstring yang belum sepenuhnya pulih membuatnya kemungkinan tidak akan bermain sejak awal.
Duet Cristian Romero dan Lisandro Martinez diprediksi tetap dipercaya mengawal jantung pertahanan. Keduanya tampil solid saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 dan dinilai mampu memberikan keseimbangan antara pertahanan yang agresif dan kemampuan membangun serangan dari belakang.
Sementara itu, Austria datang dengan persoalan di sektor pertahanan. Bek kanan Stefan Posch diragukan tampil setelah mengalami patah rahang. Meski cederanya tidak memerlukan operasi, Ralf Rangnick kemungkinan akan memilih untuk mengistirahatkannya.
Sebagai pengganti, Konrad Laimer berpeluang mengisi posisi bek kanan. Pemain serbabisa itu mampu membantu Austria meredam ancaman dari sisi kiri serangan Argentina. Di lini tengah, duet pemain RB Leipzig, Nicolas Seiwald dan Xaver Schlager, diperkirakan tetap menjadi pilihan utama. Keduanya kemungkinan akan bermain di belakang Carney Chukwuemeka yang bertugas sebagai gelandang serang.
Untuk posisi penyerang, Sasa Kalajdzic diprediksi kembali mendapat kesempatan tampil sejak menit awal. Namun, ia perlu menunjukkan performa yang lebih baik setelah digantikan Marko Arnautovic pada jeda pertandingan melawan Yordania.
Jika kembali gagal memberikan kontribusi maksimal di lini depan, Kalajdzic berisiko kehilangan tempatnya. Musababnya, Arnautovic bisa tampil efektif setelah masuk dari bangku cadangan pada laga sebelumnya.
Head-to-Head
- Secara historis, kedua tim baru dua kali bertemu. Seperti dikutip dari Sportskeeda, Austria pernah menahan imbang Argentina 1-1 dalam laga persahabatan pada 1990. Namun, mereka kalah telak 1-5 ketika kedua tim berhadapan pada 1980.
- Sebagai salah satu negara paling sukses di turnamen ini, Argentina telah lolos ke Piala Dunia sebanyak 19 kali, dan telah memenangkani trofi tiga kali (1978, 1986, 2022).
- Di sisi lain, Austria telah lolos ke Piala Dunia sebanyak delapan kali. Pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia terjadi pada tahun 1954, ketika mereka meraih peringkat ketiga, mengalahkan Uruguay 3-1 dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Prediksi
Austria diperkirakan akan memberikan perlawanan yang lebih sulit dibandingkan Aljazair ketika menghadapi Argentina. Solidnya organisasi permainan Austria membuat tim asuhan Ralf Rangnick tidak akan mudah ditembus. Namun, Argentina tetap memiliki senjata utama, yakni Lionel Messi.
Messi sedang berada dalam performa terbaik setelah mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga sebelumnya. Ketajaman dan kreativitas pemain berusia 38 tahun tersebut menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Austria.
Dukungan lini tengah yang dihuni Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, dan Thiago Almada diyakini akan membantu Messi mendapatkan ruang untuk menciptakan peluang. Dengan kualitas individu yang dimiliki Argentina, sang juara bertahan mungkin bisa mengatasi perlawanan Austria dengan selisih skor yang tipis.

















































