PSG vs Bayern Munchen: Ujian Die Roten Tanpa Vincent Kompany

7 hours ago 1

KLUB Paris Saint-Germain (PSG) akan menjamu Bayern Munchen pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes, Rabu, 29 April 2026, pukul 02.00 WIB. Laga ini diprediksi berlangsung ketat, dengan kedua tim sama-sama mengandalkan kreativitas, intensitas, dan pengalaman di level tertinggi.

Pelatih Bayern, Vincent Kompany, menilai duel ini akan ditentukan oleh detail kecil. “Dua tim ini punya kreativitas yang luar biasa, juga dalam hal permainan posisi dan mencari solusi. Ini soal detail, intensitas, dan energi. Kami sudah empat kali bertemu mereka. Kami punya pengalaman melawan mereka, tapi hal yang sama juga dimiliki lawan,” ujarnya, dikutip dari UEFA.com.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kompany juga memberikan pujian kepada pelatih PSG, Luis Enrique. Ia menilai keberhasilan PSG tidak lepas dari kekuatan kolektif tim. “Dia melakukan pekerjaan luar biasa. Saya tidak terkejut mereka menjuarai Liga Champions. Dari timnya terlihat ada semangat kolektif yang kuat. Para pemainnya berlari dan bertarung dan itu selalu ada di timnya. Salut untuknya,” kata Kompany.

Soal kekuatan PSG, Kompany menegaskan tidak ada solusi instan untuk meredam permainan mereka. Menurut dia, PSG memiliki fleksibilitas tinggi dalam bermain di berbagai area lapangan. Namun, ia juga percaya kualitas Bayern sebanding. “Kami saling mengenal karena sering bertemu. Paris bisa bermain di berbagai posisi, tapi itu tidak akan mengejutkan kami. Mereka punya kualitas di semua lini. Tapi kalau melihat tim kami, kami juga punya kualitas yang sama,” ujarnya.

Ia menegaskan Bayern siap menghadapi tantangan besar tersebut. “Kami sudah menang di Bernabeu dan juga menang di Paris musim ini. PSG memang juara bertahan, tapi kalau ada tim yang bisa menghadapi tantangan ini, itu adalah kami. Kami tahu seberapa kuat mereka, tapi kami menginginkan pertandingan ini.”

Sementara itu, bek Bayern Dayot Upamecano menegaskan fokus timnya hanya pada kemenangan. “Ini laga besar bagi kami. Kami sepenuhnya fokus pada permainan kami. Tentu kami ingin menang di sini. PSG punya pemain hebat dan skuad yang luar biasa, tapi kami tetap fokus pada permainan sendiri,” katanya.

Upamecano juga mengungkapkan pengaruh besar Kompany terhadap dirinya. Ia menyebut Kompany sebagai panutan, terutama dalam membaca permainan sebagai bek. “Dia memberi saya banyak hal, terutama visinya sebagai seorang bek. Dia salah satu bek terbaik di generasinya dan menjadi panutan bagi saya,” ujarnya.

Menghadapi PSG, ia menyoroti ancaman dari Ousmane Dembele. Upamecano menilai Dembele adalah pemain yang sangat fleksibel dalam bergerak. “Ini akan sangat sulit. Dembele bisa menerima bola di mana saja di lapangan. Kami juga punya pemain serupa dalam diri Harry Kane. Mereka mencoba mengacaukan lawan dengan banyak pergerakan. Kami akan berusaha mengatasinya,” kata Upamecano.

Kompany Absen, Danks Ambil Alih

Namun, Bayern akan menghadapi tantangan tambahan dalam laga ini. Kompany dipastikan tidak bisa mendampingi tim di area teknis karena sanksi. Absennya pelatih asal Belgia itu membuat sorotan beralih kepada asistennya, Aaron Danks.

Danks akan memimpin tim dari pinggir lapangan, dengan tetap berkoordinasi dengan Kompany yang menyaksikan laga dari tribun. “Tentu kami akan merindukannya di pinggir lapangan. Dia pemimpin kami, dia bos kami,” kata Kane, dikutip dari laman resmi fcbayern.com.

Sosok yang akrab disapa “Danksy” itu dikenal di dalam skuad karena pendekatan yang detail dan ketenangannya. Sejak bergabung pada Juli 2024, ia memegang peran penting dalam merancang sesi latihan harian Bayern, termasuk penguatan aspek taktik dan komunikasi dengan pemain.

Direktur olahraga Bayern Munchen, Max Eberl, menegaskan bahwa kerja tim pelatih menjadi fondasi utama performa klub. “Vincent memang punya karisma, tetapi banyak pekerjaan dasar dilakukan di balik layar oleh tim pelatih. Semua orang memahami filosofi permainan yang ingin diterapkan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Christoph Freund. Ia menilai absennya Kompany bukan hambatan besar bagi Bayern. “Kami akan menghadapi tantangan ini dan menyelesaikannya sebagai tim. Staf pelatih bekerja dengan koordinasi yang sangat baik,” katanya.

Read Entire Article
Parenting |