Purbaya ke Bos IMF: Kita Punya Bantalan Cukup Besar Rp 420 T

8 hours ago 5

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi sorotan Dana Moneter Internasional (IMF) soal ketidakpastian global yang diprediksi bakal masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini disampaikan Purbaya saat bertemu dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva.

Sebelumnya Georgieva memperkirakan ketidakpastian global masih akan berlangsung di antaranya dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

IMF, kata Georgieva, mengaku tidak memiliki otoritas untuk mengurangi tingkat ketidakpastian global. Namun, lembaga internasional ini mempersiapkan dukungan dana bila ada negara yang membutuhkan bantuan.

Merespons hal tersebut, Purbaya menjelaskan Indonesia memiliki bantalan fiskal yang memadai. "Tentu saja, Indonesia tidak membutuhkan (bantuan), karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp 420 triliun," ujar Purbaya, seperti dikutip dari Antara.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026, Purbaya mengungkapkan bahwa IMF menaruh perhatian pada kemampuan Indonesia bertahan di tengah ketidakpastian global saat ini.

Ia pun menjelaskan Pemerintah Indonesia mengambil manuver strategi dengan mengubah arah kebijakan fiskal sejak akhir tahun lalu, yang dampaknya sudah mulai terlihat pada perekonomian saat ini. Perubahan strategi itu pula yang membuat Indonesia memiliki kemampuan merespons tekanan dengan lebih baik, termasuk ketika harga minyak dunia melambung tinggi.

"Dia (Kristalina Georgieva) kelihatannya senang dengan keadaan seperti itu," kata Purbaya.

Walaupun IMF tidak menyusun kebijakan khusus untuk mengurangi tekanan global, menurut Purbaya, lembaga ini akan mengumumkan negara-negara yang mampu mempertahankan performa yang baik. Terkait dengan hal itu, Purbaya optimistis keraguan terhadap kebijakan fiskal Indonesia sudah mereda.

Tak hanya dengan IMF, Purbaya juga melakukan pertemuan strategis dengan petinggi Bank Dunia serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings. Sejumlah lembaga global itu, kata dia, mengapresiasi arah strategi kebijakan fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Bank Dunia pun menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.

Read Entire Article
Parenting |