Serangan Roket Hizbullah Lukai 5 Tentara Israel di Libanon

4 hours ago 5

LIMA tentara Israel terluka pada Rabu akibat serangan roket Hizbullah di kota Bint Jbeil di Libanon selatan, menurut militer Israel dan media berbahasa Ibrani seperti dikutip Anadolu.

Militer israel mengatakan satu tentara terluka parah dan empat lainnya mengalami luka ringan setelah pasukan mereka diserang roket. Para tentara dievakuasi ke rumah sakit.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Harian Israel Yedioth Ahronoth juga mengatakan para tentara terluka di Bint Jbeil, tempat pasukan Israel menghadapi perlawanan sengit dari pejuang Hizbullah selama beberapa hari. Militer Israel telah mengepung kota tersebut, salah satu benteng utama Hizbullah di Libanon selatan.

Sementara itu seperti dilaporkan Al Jazeera, Hizbullah mengklaim dua serangan terpisah terhadap tentara Israel di dekat kota Nahariya, di Israel utara.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di Telegram, kelompok bersenjata Libanon itu mengatakan telah menyerang "pangkalan logistik Divisi ke-146" tentara Israel dengan satu skuadron drone serang.

Dalam serangan lain, kelompok itu mengatakan telah menyerang pemukiman Israel di dekat barak Liman, utara Nahariya, juga dengan drone.

Israel juga terus melancarkan serangan terhadap Libanon, termasuk serangan "tiga kali berturut-turut" di kota Mayfadoun di selatan yang menewaskan empat petugas paramedis.

Lebih dari 2.000 orang telah tewas, termasuk anak-anak, dan 1 juta orang mengungsi akibat serangan Israel di Libanon sejak 2 Maret. Serangan terbaru dimulai segera setelah dimulainya perang Iran sebagai bentuk pembalasan untuk mendukung Teheran.

Namun, Israel telah menyerang Libanon selatan hampir setiap hari meski telah terjadi kesepakatan pada November 2024.

Dalam konflik terbaru, militer Israel bertekad untuk menginvasi seluruh wilayah dari perbatasan Libanon hingga Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan selatan Libanon dengan Israel.

Pertempuran antara pasukan Israel dan kelompok Hizbullah terus berlanjut meski Israel dan Libanon mengadakan pembicaraan langsung di Washington yang bertujuan untuk meredakan konflik pada Selasa lalu.

Pertemuan di Washington mempertemukan perwakilan Libanon dan Israel untuk kontak langsung tingkat tinggi pertama dalam tiga dekade antara kedua negara, yang secara formal masih dalam keadaan perang.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang memediasi diskusi antara duta besar Israel untuk AS Yechiel Leiter dan duta besar Libanon untuk AS Nada Moawad, menyebutnya sebagai momen penting.

Namun, para pejabat Hizbullah mengecam pembicaraan antara pejabat Lebanon dan Israel di Washington, DC, pada Selasa, dan menyebutnya "memalukan".

Read Entire Article
Parenting |