Temuan ICW: Guru Laporkan Banyak Masalah Akibat MBG

2 hours ago 7

INDONESIA Corruption Watch (ICW) merilis laporan dampak program makan bergizi gratis (MBG) terhadap kesejahteraan guru. Data yang dihimpun ICW menunjukan sebanyak 82 persen guru menilai program MBG mempengaruhi kesejahteraan dan karier mereka.

Temuan ICW: Mayoritas Guru Nilai MBG Menggangu Kesejahteraan Mereka

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Peneliti ICW Yassar Aulia menjelaskan, data tersebut didapatkan dari kanal pengaduan yang dibuka lembaganya bersama Koalisi Selamatkan Pendidikan Indonesia, sejak 9 Maret 2026. Per 16 April 2026, sebanyak 197 guru dengan berbagai status kerja yang melakukan pelaporan di kanal tersebut. 

“Jadi, dari cerita-cerita guru yang melapor, secara umum 87 persen merasa program MBG berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka dan menimbulkan ketidakpastian karier,” kata Yassar dalam konferensi pers di Kantor Resonansi ICW, Jakarta, pada Jumat, 17 April 2026.

Yassar memaparkan, pelapor merupakan pengajar dari berbagai tingkat pendidikan dan berasal dari berbagai daerah, mulai dari Jawa Barat, Banten, Aceh, Bali, hingga Riau. Kanal pelaporan yang disediakan berbasis online dengan format isian atau esai. 

Dari total 179 pengaduan, ditemukan beragam persoalan yang dialami guru akibat program MBG, termasuk urusan kesejahteraan mereka. ICW lantas menghimpun beragama cerita itu berdasarkan jenis kasus yang dialami guru. 

Yassar menguraikan, dampak paling banyak dikeluhkan guru ialah ketidakpastian karier. Sejumlah guru dengan kontrak Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merasa khawatir kontraknya tidak diperpanjang. Cerita semacam ini muncul sebanyak 45 kali.

Selanjutnya, kata dia, sebanyak 53 guru merasa kesejahteraan mereka menurun sejak ada efisiensi karena program MBG. Gaji puluhan guru ini hanya berkisar Rp 350 ribu dengan pembayaran yang kerap kali terlambat. Kemudian, sebanyak 18 guru yang sudah berstatus PPPK melaporkan bahwa tunjangan mereka dipangkas dari Rp 2,5 juta menjadi Rp 350 ribu. 

“Masalah lain juga ada pemotongan pinjaman anggaran pendidikan jadi berkurang, sementara beban kerja meningkat,” ujar Yassar. 

Selain berpengaruh terhadap kesejahteraan guru, ICW juga menemukan sederet dampak lain dari program MBG. Antara lain jam pelajaran terganggu, siswa menjadi tidak fokus, masalah kualitas makanan atau food waste, menganggu ketertiban dan kebersihan kelas, serta menilai MBG tidak membawa pengaruh positif terhadap penerima manfaat. 

“Total 88 persen dari jumlah pelapor sepakat MBG tidak membawa dampak apa pun,” ujar Yassar.

Read Entire Article
Parenting |