TPNPB Diduga Dalang Penembakan di Festival Lembah Baliem

6 hours ago 3

POLISI masih menyelidiki penembakan terhadap dua warga sipil di sekitar pintu masuk utama Festival Budaya Lembah Baliem, Kampung Walesi, Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Sabtu, 8 Agustus 2026. Polisi menduga penembakan tersebut berkaitan dengan kelompok bersenjata atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) pimpinan Egianus Kogoya–Panglima atau Komandan Komando Daerah Pertahanan (Kodap) III Ndugama-Derakma.

Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Yusuf Sutejo mengatakan penyidik sedang menyelidiki dua orang berinisial EG dan PN dalam penembakan tersebut. Keduanya disebut sebagai anggota kelompok bersenjata Kodap III Ndugama-Derakma pimpinan Egianus Kogoya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Namun, dugaan keterlibatan EG dan PN masih dalam proses penyelidikan," kata Yusuf dalam keterangannya pada Ahad malam, 9 Agustus 2026.

Penembakan terjadi sekitar pukul 12.45 WIT. Saat itu, dua warga berinisial LMO, 43 tahun, dan S, 50 tahun, berada di dalam kendaraan untuk mengantarkan makanan ke lokasi festival. Keduanya terkena tembakan dari arah samping kendaraan.

Yusuf menjelaskan, personel gabungan TNI-Polri yang menerima laporan kejadian langsung mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban untuk mendapatkan perawatan medis. Pengunjung dan peserta festival, termasuk warga negara asing, juga diarahkan ke tempat aman dan dievakuasi ke Kantor Bupati Jayawijaya.

Kedua korban kemudian dirawat di RSUD Wamena. Polisi menyebut keduanya dalam kondisi sadar dan masih menjalani perawatan. Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jayawijaya bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi memeriksa lokasi penembakan, posisi kendaraan korban, serta sejumlah barang bukti.

Dari olah TKP, polisi menemukan tiga bekas tembakan pada mobil Mitsubishi Triton bernomor polisi PA 8418 Z. Dua bekas tembakan ditemukan pada pintu pengemudi dan satu lainnya pada bagian kap mesin.

Polisi juga menemukan empat serpihan proyektil pada kendaraan tersebut. Sementara di sekitar lokasi, petugas mengamankan delapan selongsong PIN kaliber 5,56 milimeter, satu jaket, dan satu proyektil GLM.

Yusuf mengatakan seluruh barang bukti telah didokumentasikan dan diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi akan mencocokkan temuan di tempat kejadian perkara dengan keterangan korban dan saksi untuk mengungkap rangkaian kejadian serta pihak yang diduga bertanggung jawab.

"Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan identitas, peran, dan keterlibatan pihak-pihak yang diduga terlibat," kata Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani. 

Menurut Faizal, penanganan perkara dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan ketentuan hukum yang berlaku. Ia mengatakan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, terukur, dan proporsional dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Adarma Sinaga mengatakan personel gabungan masih melakukan pemantauan, pencarian, dan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat. Polisi mengimbau masyarakat di Walesi dan Kabupaten Jayawijaya tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. 

“Masyarakat yang memiliki informasi terkait penembakan tersebut diminta menyampaikannya kepada petugas. Penyelidikan terhadap penembakan dua warga sipil itu hingga kini masih berlangsung,” tutur Adarma.

Dikutip dari laman Kompas.id, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM), Sebby Sambom, mengklaim penembakan itu dilakukan oleh kelompoknya. Menurutnya, Festival Budaya Lembah Baliem merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. “Oleh karena itu, acara harus dibubarkan dengan cara apa pun.”

Read Entire Article
Parenting |