PRESIDEN Donald Trump pada Ahad mengancam bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat akan segera memblokade Selat Hormuz. Ia juga menegaskan akan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran.
Trump menyampaikan pernyataannya itu dalam sebuah unggahan di Truth Social seperti dilansir dari Bangkok Post beberapa jam setelah pembicaraan perdamaian AS-Iran berakhir tanpa kesepakatan.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Trump mengatakan pertemuan itu "berjalan dengan baik, sebagian besar poin disepakati," tapi ia menambahkan bahwa kedua pihak belum menyepakati program nuklir Iran.
"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses memblokade setiap dan semua Kapal yang mencoba masuk atau keluar Selat Hormuz," kata Trump, yang sangat menentang gagasan Iran memungut bea masuk dari kapal untuk melewati selat tersebut.
"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kami untuk mencari dan mencegat setiap kapal di perairan internasional yang telah membayar bea masuk kepada Iran. Tidak seorang pun yang membayar bea masuk ilegal akan mendapatkan perjalanan aman di laut lepas," katanya.
Konflik terbuka meledak ketika Israel yang didukung Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei. Selain menewaskan Khamenei, rangkaian serangan tersebut menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa hingga pekan kedua April 2026.
Merespons ancaman terhadap kedaulatannya, Iran membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Iran juga membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz.
Situasi ini dengan cepat berkembang menjadi krisis regional. Jalur perdagangan energi global yang melintasi Selat Hormuz pun terancam sehingga harga minyak sempat bergejolak.


















































