CANTIKA.COM, Jakarta - Image anak muda cuma bisa liburan hemat atau sekadar ikut tren di media sosial tampaknya mulai patah. Riset terbaru dari Luxury Group Marriott International mengungkapkan fakta menarik tentang cara Gen Z kaya raya di Asia Pasifik dalam menghabiskan waktu liburannya.
Riset yang melibatkan 2.800 responden kelas atas, termasuk 1.200 Gen Z berusia 18-29 tahun, menunjukkan kalau mereka punya standar baru yang sangat personal. Bagi mereka, liburan mewah bukan lagi soal gengsi, melainkan bagian dari pencarian jati diri.
Hebatnya lagi, riset ini mematahkan anggapan kalau anak muda liburan mewah karena dibayari orang tua. Lebih dari separuh responden Gen Z terbukti mendanai perjalanan mereka secara mandiri, dan hampir setengahnya merencanakan semua detail liburan tanpa bantuan agen perjalanan!
Menurut Oriol Montal, Regional Vice President of Luxury Marriott International Asia Pacific, cara pandang generasi baru ini benar-benar mengubah arah industri pariwisata dunia.
"Wisatawan Gen Z yang berkecukupan tidak sekadar berpartisipasi dalam perjalanan mewah, tapi juga menyusun ulang maknanya yang didorong oleh kesejahteraan dan koneksi yang autentik," ujar Oriol dalam keterangan tertulisnya.
Dari riset tersebut, para pelancong Gen Z kaya raya ini terbagi menjadi 4 tipe utama. Kira-kira kamu masuk tipe yang mana, nih?
4 Tipe Gen Z Liburan Mewah di Asia Pasifik
1. The Connoisseur Traditionalist (34 persen)
Ini adalah kelompok mayoritas. Tipe ini sangat menghargai reputasi brand hotel, kualitas pelayanan yang premium, dan keuntungan dari program loyalitas. Bagi mereka, kenyamanan klasik dan pelayanan bintang lima tetap jadi nomor satu.
2. The Future Proofer (30 persen)
Bagi tipe ini, liburan mewah adalah investasi kesehatan jangka panjang. Mereka rela bayar mahal demi hotel yang menyediakan fasilitas kebugaran holistik (wellness), makanan organik, hingga akses ke tenaga medis profesional selama menginap. Healing fisik dan mental adalah kunci bagi mereka!
3. The Quiet Luxurist (20 persen)
Berbeda dengan anggapan kalau anak muda kecanduan aesthetic content, tipe ini justru mendefinisikan kemewahan lewat ketenangan. Mereka mencari destinasi tersembunyi (hidden gems) dan memilih melakukan tech-detox alias membatasi penggunaan media sosial selama liburan.
4. The Cultural Reclaimer (16 persen)
Kelompok Gen Z ini fokus menggunakan momen liburan untuk menjelajahi warisan budaya keluarga dan mempererat ikatan antargenerasi. Mereka biasanya memegang kendali finansial penuh saat merencanakan liburan bersama keluarga besar mereka.
Pilihan Editor: Tren Low Effort Hangout, Cara Baru Gen Z Menjalin Koneksi
LAODE MUHAMAD ASHEGAF
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

















































