MENTERI Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa memasuki triwulan II tahun 2026, perekonomian Indonesia berada dalam posisi yang kuat. Selain itu, ia mengklaim sederet indikator ekonomi membaik termasuk penurunan tingkat pengangguran.
Pernyataan tersebut diungkap Airlangga dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di Balai Senat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada Rabu, 15 April 2026. “Gini ratio kita turun, unemployment (pengangguran) kita juga turun, dan penciptaan lapangan kerja sepanjang tahun 2025 adalah 2,71 juta tenaga kerja baru,” ucapnya.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Mantan Menteri Perindustrian itu menyatakan tingkat kemiskinan di Tanah Air juga turun menjadi 8,25 persen. Ia juga menyebut kombinasi inflasi yang terkendali, surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut, serta tingginya kepercayaan konsumen menciptakan fondasi yang kokoh bagi pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran Indonesia per November 2026 tercatat 7,36 juta orang. Secara total jumlah angkatan kerja di Indonesia per November 2025 sebanyak 155,27 juta orang.
Sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,74 persen. Tingkat pengangguran terbuka merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja dan menggambarkan kurang termanfaatkannya pasokan tenaga kerja.
BPS mencatat TPT memang menurun 0,11 persen jika dibandingkan dengan Agustus 2025. Angka pengangguran pada November juga menurun dibandingkan dengan Agustus yang tercatat 7,46 juta orang. Masyarakat menganggur pun turun tipis ketimbang periode serupa tahun sebelumnya yang tercatat 7,47 juta.
Meski demikian, peningkatan jumlah penduduk yang bekerja tersebut tidak semuanya merupakan pekerja penuh. Beberapa di antaranya merupakan pekerja tidak penuh. Pada November 2025, BPS melaporkan sebagian besar penduduk bekerja merupakan pekerja penuh dengan persentase sebesar 67,94 persen, sisanya sebesar 32,06 persen merupakan pekerja tidak penuh.


















































