RATUSAN anggota Partai NasDem mendatangi kantor Tempo di Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa, 14 April 2026. Mereka menggelar demonstrasi karena keberatasn atas laporan utama dan sampul Majalah Tempo edisi pekan ini.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Jakarta, Wibi Andrino, mengatakan pihaknya ingin meluruskan hasil liputan Tempo karena dinilai tidak sesuai kaidah jurnalistik. "Tempo menampilkan ilustrasi video Bapak Surya Paloh, bagi kami itu telah merendahkan," kata Wibi dari atas mobil komando.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa tiba di lokasi sekitar pukul 12.05. Mereka tampak memakai seragam partai berwarna biru khas NasDem sambil membawa beberapa poster yang berisi poin-poin tuntutan mereka.
Massa juga melakukan aksi simbolik dengan melemparkan bunga busuk ke halaman kantor Tempo. "Kita mencintai Tempo, tapi Tempo yang sekarang bukan Tempo yang dulu," teriak salah satu orator aksi.
Sekitar pukul 12.30, sejumlah perwakilan massa aksi merangsek masuk. Mereka lalu melakukan mediasi bersama sejumlah pimpinan redaksi terkait sampul Majalah Tempo yang dinilai bermasalah.
Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasa menyatakan pihaknya menghargai pendapat yang disampaikan oleh sejumlah kader NasDem dalam unjuk rasa tersebut. "Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi," kata Setri pada Selasa, 14 April 2026.
Setri menjelaskan materi pemberitaan yang dipublikasikan Tempo adalah karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi. Tempo juga sudah memberikan ruang bagi Partai NasDem atau pihak mana pun untuk memberikan klarifikasi atas temuan dalam laporan utama tersebut.
Menurut Setri, setiap masukan terhadap produk jurnalistik dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia melalui Dewan Pers. Sementara itu, terkait dampak sampul laporan utama tersebut yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan kader Partai NasDem, Setri menyatakan permintaan maaf.
















































