Alasan Koper Perlu Dipotret Sebelum Perjalanan

4 hours ago 5

PARA ahli perjalanan menyarankan untuk memotret koper sebelum menyerahkannya kepada petugas bandara. Meski terdengar sepele, hal ini untuk perlindungan diri dan mengurangi risiko kerugian.

Rob Merlin, seorang penasihat perjalanan dari SmartFlyer, menjelaskan bahwa foto koper sangat membantu, terutama saat tas tidak dapat ditemukan saat perjalanan. "Kami selalu menyarankan klien untuk memotret barang bawaan mereka sebelum perjalanan, termasuk bagian luar tas, label bagasi, dan isi di dalamnya,” katanya Travel + Leisure.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jika koper hilang, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat laporan, yang biasanya dimulai dengan memberikan deskripsi. Namun kadang deskripsi tentang koper atau barang bawaan tidak cukup membantu petugas bandara karena ada ribuan koper serupa.

Sebab itu, foto bisa menjadi solusi. Foto dapat menangkap detail yang mungkin tidak dapat dideskripsikan seperti logo merek, goresan, hingga tanda bekas pemakaian. Detail rinci tersebut yang memudahkan petugas untuk membedakan koper milik penumpang dari koper lain yang mirip. Pelancong tidak hanya disarankan untuk memotret koper dari satu sisi, namun harus lengkap dari berbagai arah agar tampilannya terlihat jelas.

Tak hanya itu, pelancong juga disarankan memotret barang-barang yang baru dibeli selama liburan. Jika koper tersebut hilang dalam perjalanan pulang, barang-barang ini hanya bisa diklaim jika keberadaannya dapat diverifikasi.

Baca juga: Bagaimana Melewati Pemeriksaan Bandara dengan Aman?

Bukti Kuat untuk Klaim Asuransi

Poin penting lainnya adalah mendokumentasikan isi tas atau koper. Chistina Tunnah, manajer di perusahaan asuransi World Nomad, menyatakan bahwa foto isi koper sangat membantu pihak asuransi memverifikasi barang yang hilang atau rusak. Meskipun foto tidak bisa menggantikan nota pembelian, gambar tersebut menjadi bukti kuat bahwa barang yang dimaksud memang ada di dalam koper saat keberangkatan.

Hal ini sangat penting jika membawa barang bernilai tinggi atau perlengkapan khusus. Menurut aturan Departemen Transportasi Amerika Serikat (DOT), maskapai bahkan diwajibkan memberikan kompensasi hingga US$3.800 (sekitar Rp60 juta) untuk keterlambatan bagasi domestik dan US$1.780 (sekitar Rp28 juta) untuk internasional. Proses klaim untuk mendapatkan kompensasi ini akan jauh lebih cepat jika ada bukti foto, seperti dilansir dari The Happening.

Foto Label Bagasi

Selain foto koper, label bagasi yang ditempel oleh petugas bandara juga penting untuk difoto. Menurut laporan Ebiz Travel, label ini berisi kode QR dan nomor pelacakan yang menjadi identitas koper di dalam sistem maskapai. Karena rentan hilang, memotret label tersebut menjadi solusi paling aman ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Foto label ini juga membantu staf untuk melacak apakah koper tertinggal di bandara keberangkatan, salah masuk ke pesawat lain, atau tertahan di titik transit. Pelancong juga dapat menggunakan AirTag sebagai lapisan keamanan tambahan. Namun, foto label resmi tetap menjadi petunjuk utama bagi petugas bandara saat melakukan pelacakan manual.

Imanda Zahwa berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Dilarang Menggeret Koper di Jalanan Roma

Read Entire Article
Parenting |