Alat AI Stanford Racik Burger dari 2.000 Resep

1 week ago 23

ILMUWAN dari Stanford University, Amerika Serikat, mendesain sebuah alat akal imitasi (AI) terbaru bernama BurgerAI. Teknologi ini mampu meracik resep burger yang dirancang berdasarkan usia, selera, kebutuhan nutrisi, dan kondisi kesehatan seseorang.

Pengembangan alat AI untuk mendesain makanan itu dipimpin oleh profesor teknik mesin di School of Engineering yang juga Direktur Stanford Bio-X, Ellen Kuhl. Pengerjaan proyek ini dilakukan bersama peneliti untuk menggeser paradigma AI dari yang sebelumnya sekadar alat, kini jadi instrumen perancang.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Mayoritas sistem AI dilatih untuk memprediksi apa yang sudah ada. Kami ingin AI menciptakan apa yang seharusnya ada selanjutnya," ujar Ellen Kuhl seperti dikutip dari Stanford Report, Senin, 6 Juli 2026.

Tim peneliti melatih model BurgerAI menggunakan basis data yang mencakup 2.216 resep burger dari platform Food.com. Dari data tersebut, AI mendeteksi bahan yang kemudian dikelompokkan ke dalam tujuh rumpun utama, yakni protein, sayuran, rempah-rempah, biji-bijian, saus, produk susu, serta kacang-kacangan. 

Melalui pola pembelajaran bertenaga AI generatif, sistem ini merancang resep baru dari nol. Formulasi resep ini dikalibrasi secara personal berdasarkan profil kecocokan rasa dan tekstur manusia, yang disesuaikan dengan faktor usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas fisik konsumen.

Hasil dari resep yang didesain oleh AI ternyata tak kalah menarik. Hasil uji coba yang dilakukan peneliti terhadap 100 pengunjung di sebuah restoran San Francisco, mayoritas suka dengan kombinasi resep tersebut. "AI tidak hanya menghasilkan resep burger yang masuk akal, AI menciptakan burger yang dinikmati orang sungguhan,” kata Kuhl.

Kondisi ini terkesan sederhana, tapi menurut Kuhl, penemuan ini adalah sebuah pencapaian bahwa model AI mampu mempelajari makanan yang menarik bagi selera manusia. “Burger hanyalah permulaan. Kami melihat visi yang jauh lebih besar, AI sebagai mitra dalam penemuan ilmiah dan teknik,” ucapnya.

Read Entire Article
Parenting |