AS Sanksi 4 Aktivis Gaza Flotilla, Dituding Dukung Hamas

2 hours ago 6

DEPARTEMEN Keuangan (Depkeu) Amerika Serikat resmi menjatuhkan sanksi kepada empat orang atas dugaan keterlibatan mereka dengan Global Sumud Flotilla—armada kemanusiaan yang menuju Jalur Gaza untuk menerobos blokade Israel.

"Hari ini, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Depkeu AS mengambil tindakan terhadap empat individu terkait dengan armada pro-Hamas, yang diorganisir oleh organisasi advokasi rakyat Palestina di Luar Negeri (PCPA), karena berupaya masuk ke Gaza untuk mendukung Hamas," kata Depkeu AS dalam siaran pers pada Selasa 19 Mei 2026 seperti dilansir Antara.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sanksi tersebut dijatuhkan kepada Saif Hashim Kamel Abukishe selaku panitia penyelenggara, Hisham Abdallah Sulayman Abu Mahfuz selaku pelaksana sekretaris jenderal dan presiden PCPA, Mohammed Khatib selaku koordinator Eropa di Belgia untuk penggalangan dana di platform Samidoun, serta Jaldia Abubakra Aueda selaku koordinator Samidoun di Spanyol.

Sanksi tambahan juga diberlakukan untuk pengaruh Ikhwanul Muslimin di Gaza, Gerakan Hasm berbasis di Mesir, serta kelompok Hamas, kata departemen tersebut. Konvoi armada, yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza, berangkat dari Barcelona pada 15 April lalu.

Pada 29-30 April, para aktivis flotilla itu menyatakan pasukan Israel menyita kapal-kapal mereka di dekat Pulau Kreta di Yunani serta merusak mesin dan sistem navigasi mereka. Penyelenggara konvoi kemanusiaan itu mengatakan armada mereka dikepung dan menjadi sasaran pencegatan paksa oleh kapal perang Israel di perairan internasional, yang berada sekitar 250 mil laut dari pantai Gaza.

Penculikan oleh Israel terhadap ratusan aktivis Global Sumud Flotilla dari sejumlah negara kembali terjadi pada Senin 18 Mei 2026.

Kemlu RI mengonfirmasi seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza menjadi korban penculikan pasukan Israel yang menyergap kapal-kapal mereka.

“Berdasarkan informasi terkini, 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0 semuanya dilaporkan telah ditangkap Israel,” kata Juru Bicara II Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela pada Rabu 20 Mei 2026.

Adapun di antara 9 WNI yang diculik Israel tersebut turut serta tiga wartawan media nasional yang menjalankan tugas jurnalistiknya, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Read Entire Article
Parenting |