JFX Kuasai 95 Persen Transaksi Ekspor Timah

2 hours ago 5

TRANSAKSI pasar fisik timah murni batangan di Jakarta Futures Exchange (JFX) atau Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) tumbuh tinggi dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Direktur Utama JFX Yazid Kanca Surya mengatakan ekspor timah Indonesia yang diperdagangkan di bursa tersebut mencapai 95 persen dari keseluruhan total transaksi.

"Perkembangan yang lumayan pesat untuk bursa timah di JFX. Apalagi beberapa bulan terakhir ini bertambah banyak. Insya Allah ke depan kita bisa lebih maju lagi," ujar Kanca saat membuka kegiatan Media Masterclass JFX di Pangkalpinang, Selasa, 19 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kanca menuturkan jumlah member peserta bursa timah JFX juga tumbuh signifikan dengan 76 peserta yang terdiri dari 40 peserta jual, 25 peserta beli internasional dan 11 peserta beli domestik.

"Banyak peserta timah, khususnya dari peserta bayar yang masuk menjadi anggota kami karena mereka menyadari bahwa produksi timah Indonesia mencapai 25 persen terhadap produksi dunia. Jadi dunia berkepentingan walaupun kita hanya 25 persen. Untuk masuk ke market Indonesia, mereka tahu harus mendaftar ke kita sebagai member," ujar dia.

Terkait dengan sedikitnya peserta beli domestik, Kanca mengatakan hal itu disebabkan belum banyaknya proyek dan perusahaan yang bergerak dibidang hilirisasi timah meski sudah digerakkan pemerintah.

"Masalahnya pabrik hilirisasi ini tidak sesimpel yang orang pikir cukup bangun pabrik. Yang sulit itu mencari market baru sehingga pengusaha harus melakukan penetrasi market keliling dunia paling tidak 3 sampai 5 tahun. Kita mendukung hilirisasi timah ini sudah harus dimulai untuk jangka panjang karena hasilnya baru bisa dirasakan 5 sampai 10 tahun ke depan," ujar dia.

Kanca menambahkan transaksi timah melalui bursa sudah berdampak positif karena pembentukan harga timah menjadi lebih kompetitif dan transparan dalam mekanisme pasar yang wajar dan teratur.

"Data ekspor dan penjualan domestik juga lebih terpercaya dan terdokumentasi serta mendukung terbentuknya harga acuan timah Indonesia. Berbeda sebelum transaksi di bursa dimana penjualan timah melalui kontrak jangka panjang dan dilakukan langsung sehingga kurang transparan dan ekspor belum terregulasi secara optimal," ujar dia.

Read Entire Article
Parenting |