CANTIKA.COM, Jakarta - Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah ia merilis sebuah buku memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Buku ini bukan sekadar kisah hidup seorang selebritas, melainkan pengakuan jujur tentang pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming sejak usia remaja.
Sejak dirilis dan dibagikan secara gratis, Broken Strings langsung viral dan banyak dibicarakan di media sosial. Banyak pembaca merasa kisah Aurelie membuka mata sekaligus memberi keberanian bagi penyintas lain untuk bersuara.
Apa Itu Buku Broken Strings?
Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth merupakan buku memoar personal yang ditulis langsung oleh Aurelie Moeremans. Dalam buku ini, ia menceritakan pengalaman pahit saat masih berusia sekitar 15 tahun dan terjerat hubungan tidak sehat dengan seorang pria dewasa yang ia samarkan dengan nama “Bobby”.
Hubungan yang awalnya terlihat penuh perhatian dan kasih sayang itu perlahan berubah menjadi relasi manipulatif yang sarat kontrol emosional, tekanan psikologis, hingga kekerasan. Aurelie menggambarkan bagaimana proses child grooming bisa terjadi secara halus, membuat korban sulit menyadari bahwa dirinya sedang disakiti.
Sinopsis Buku Broken Strings
Melalui Broken Strings, pembaca diajak menyelami:
1. Pergulatan batin seorang remaja yang merasa dicintai, namun tanpa sadar sedang dimanipulasi.
2. Proses bagaimana perhatian berubah menjadi kontrol, kecemburuan menjadi pembatasan, dan rasa aman berganti ketakutan.
3. Dampak jangka panjang dari trauma masa remaja yang terus membekas hingga dewasa.
Aurelie menuliskan kisah ini dengan gaya yang lugas dan jujur, tanpa romantisasi. Setiap bab terasa seperti potongan ingatan yang selama bertahun-tahun terpendam, lalu dirangkai kembali menjadi sebuah kesaksian yang menyakitkan namun penting.
Mengapa Broken Strings Layak Dibaca?
Buku ini menjadi penting karena tidak hanya menceritakan pengalaman pribadi, tetapi juga membantu pembaca memahami pola child grooming yang sering kali tidak disadari oleh korban maupun lingkungan sekitar.
Broken Strings memberi gambaran nyata bahwa grooming tidak selalu dimulai dengan kekerasan, melainkan dengan perhatian, pujian, dan rasa “dimengerti”. Dari sinilah manipulasi perlahan tumbuh dan mengikat korban.
Bagi banyak pembaca, buku ini menjadi cermin, validasi, sekaligus pengingat bahwa pengalaman traumatis bukan kesalahan korban.
Link Baca Buku Broken Strings
Salah satu hal yang banyak diapresiasi publik adalah keputusan Aurelie untuk membagikan buku ini secara gratis, agar bisa diakses oleh siapa pun yang membutuhkan.
Kamu bisa membaca Broken Strings versi bahasa Indonesia dalam tautan berikut ini.
Versi bahasa Inggris juga tersedia dan dapat diakses melalui tautan yang dibagikan di akun Instagram resmi Aurelie Moeremans.
Broken Strings bukan hanya memoar, tetapi juga bentuk keberanian seorang penyintas untuk membuka suara. Buku yang ditulis Aurelie Moeremans secara pribadi ini mengajak pembaca memahami bahwa luka masa lalu bisa dibicarakan, dan bahwa berbagi cerita dapat menjadi langkah awal menuju pemulihan.
Bagi siapa pun yang ingin memahami lebih dalam tentang child grooming, relasi manipulatif, dan dampaknya terhadap kesehatan mental, Broken Strings adalah bacaan yang relevan dan menggugah.
Pilihan Editor: Dari Princess Drama ke Film Horor, Ini Tantangan Michelle Ziudith
INSTAGRAM | X
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4548967/original/094336900_1692782124-tanaphong-toochinda-FEhFnQdLYyM-unsplash.jpg)












