Bantah Tempo, Ketua NasDem Sumut: Ketua Umum Selalu Happy

13 hours ago 16

KADER Partai NasDem Sumatera Utara mendatangi kantor perwakilan wilayah partai itu di Kota Medan pada Selasa, 14 April 2026. Mereka ingin menyuarakan aspirasi soal isi pemberitaan dan sampul Majalah Tempo edisi pekan ini.

Ketua DPW NasDem Sumatera Utara Iskandar ST mengklaim kader yang datang hari itu jumlahnya mencapai seribu lebih. "Makanan sampai dibeli tiga kali," ujar dia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Iskandar mengatakan protes sebetulnya sudah mulai ada sejak muncul siniar Bocor Alus Tempo yang membahas edisi Mingguan Tempo bertajuk PT NasDem Indonesia Raya Tbk. Ia mengklaim banyak kader tersinggung karena menilai harkat, martabat dan kehormatan Ketua Umum NasDem Surya Paloh direndahkan.

Bukan hanya isi artikel, sampul Tempo yang seolah-olah memperlihatkan Surya Paloh dalam kondisi tidak berdaya, juga membuat kader marah. "Padahal, ketua umum kami selalu happy, gembira, tidak ada persoalan dengan beliau. Bahkan, Sabtu- Minggu lalu dia masih liburan ke pulau," kata dia seraya tertawa.

Ia pun membantah isi pemberitaan Tempo yang menyebut seolah-olah partai NasDem hendak dijual. "Padahal kami tahu, NasDem tidak mau dijual. NasDem adalah rohnya pak Surya, mimpi besar dan cita-citanya ada di partai ini," ujar Iskandar.

Menurut pria yang juga seorang jurnalis senior itu, kalau Surya Paloh ingin mencari duit, puluhan triliun bisa diperoleh dari mahar politik saat Pilkada.  Apalagi infonya NasDem mau dijual Rp 1 triliun. "Satu pilkada saja selesai kalau kami mau seperti itu," kata dia.

Iskandar juga menyinggung soal merger partai seperti yang ditulis Tempo. Menurut dia tidak mungkin Surya Paloh menawarkan Partai NasDem untuk diakuisisi. Apalagi diambil alih, sebab itu tidak setara. "Partai NasDem didirikan dengan kehormatan," kata dia.

Menurut Iskandar, Partai NasDem menegaskan dukungannya kepada Presiden Prabowo dan pemerintah. Adapun Surya Paloh menolak menempatkan kadernya di pemerintahan sebagai bentuk penghormatan. "Beliau sadar diri tidak berjuang dan mendukung pasangan lain saat Pilpres," kata dia.

Kader NasDem di Jakarta juga menggeruduk kantor Tempo di kawasan Palmerah. Mereka memprotes laporan utama Majalah Tempo edisi 12 April 2026 dengan judul “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” dan sampul yang menampilkan karikatur Ketua Umum Partai NasDem. Laporan itu mengungkap gagasan penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra oleh Prabowo Subianto.

Pemimpin Redaksi Tempo Setri Yasra mengatakan redaksi menghargai langkah kader NasDem yang menyampaikan aspirasi secara langsung. “Perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi,” kata Setri, Selasa, 14 April 2026.

Menanggapi substansi tuntutan dari kader NasDem, Setri menegaskan bahwa laporan utama yang dipublikasikan telah melalui proses jurnalistik. “Materi pemberitaan yang dipublikasikan oleh Tempo merupakan karya jurnalistik yang telah melalui proses verifikasi, akuntabel, dan berdasarkan Kode Etik Jurnalistik,” ujar dia.

Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pihaknya mendorong agar setiap masukan terhadap produk jurnalistik diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia, yakni Dewan Pers. 

"Berkaitan dengan dampak sampul laporan utama yang menyinggung Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan kader Partai NasDem, kami meminta maaf," kata Setri.

Read Entire Article
Parenting |