Bayu Skak Melawan Arus dengan Kisah Alien Foufo

7 hours ago 8

DI tengah dominasi film horor dan komedi di industri perfilman Indonesia, Bayu Skak menghadirkan warna baru lewat Foufou. Film fiksi ilmiah (sci-fi) produksi Skak Studios bersama Sinemart ini mengangkat budaya dan karakter masyarakat Madura sebagai identitas utama cerita.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Bayu Skak, yang bertindak sebagai sutradara, produser, sekaligus aktor, menyadari bahwa film bergenre fiksi ilmiah (sci-fi) masih jarang diproduksi di Indonesia. Menurutnya, salah satu penyebab utama adalah besarnya biaya produksi, terutama untuk pengerjaan efek visual (VFX). Meskipun horor komedi terbukti ramai di pasar, ia tidak ingin Skak Studios hanya mengulang formula yang sama.

“Kalau dari kami di Skak Studios harapannya dalam berkarya itu harus ada yang baru. Karena pada dasarnya di atas kreatif kami harus inovatif. Kalau bisa kami upayakan harus bisa disruptif,” ujar Bayu Skak kepada Tempo pada Jumat, 19 Juni 2026.

Dari proses pencarian ide itulah lahir premis Foufou. Jika dalam kebanyakan film alien selalu mendarat di kota-kota besar seperti Los Angeles atau New York, Bayu Skak justru membayangkan makhluk luar angkasa itu jatuh di Madura. Menurutnya, pertemuan alien dengan masyarakat Madura akan menghadirkan situasi yang unik sekaligus mengundang tawa.

Sutradara sekaligus produser Bayu Eko Moektito, atau yang akrab disapa Bayu Skak, ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Tempo, Jakarta, 19 Juni 2026. Tempo/Bintari Rahmanita

Benturan antara sci-fi dan kehidupan masyarakat Madura menjadi sumber kelucuan sekaligus pembeda film ini, menurut Bayu Skak. Namun Foufou tidak hanya bertumpu pada alien. Bayu juga ingin menghadirkan cerita yang terasa relevan dan dekat dengan kehidupan penonton.

Salah satu tema yang diangkat adalah perjuangan seorang anak untuk membahagiakan ibunya. Menurutnya, nilai tersebut bersifat universal sehingga dapat diterima siapa pun, tanpa memandang bahasa maupun latar belakang daerah. “Nilai yang sangatlah universal, dan bisa dinikmati oleh kalangan manapun, orang Amerika juga punya ibu kan, orang Eropa juga punya ibu kan,” ujarnya.

Foufo mengikuti kisah Muslim, yang diperankan Tretan Muslim. Ia berusaha mendapat pinjaman bank untuk melunasi biaya haji ibunya. Dalam keterdesakan, Muslim diajak Kacung mencuri rel kereta. Namun rencana itu berubah ketika sebuah benda asing jatuh dari langit dan membawa penumpang tak biasa: alien bernama Foufo.

Selain Tretan Muslim, film ini turut dibintangi Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah. Foufo juga menjadi film pertama Tretan sebagai pemeran utama. Foufo akan tayang di bioskop mulai Kamis, 9 Juli 2026.

Read Entire Article
Parenting |