Bekasi dan Karawang Awali Musim Kemarau di Jawa Barat

1 day ago 8

AWAL musim kemarau di Jawa Barat yang diprediksi bakal panjang tahun ini telah dimulai. Berdasarkan hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada dasarian pertama 1-10 April 2026 terlihat ada satu zona musim yang mengawali kemarau.  

“Di wilayah Kabupaten dan Kota Bekasi bagian utara dan Karawang bagian utara mulai masuk kemarau sejak dasarian kedua Maret,” kata prakirawan cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira Purnaningtyas, secara daring, Selasa 14 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut definisi BMKG, musim kemarau ditandai oleh curah hujan dalam kurun waktu sepuluh hari atau dasarian yang jumlahnya kurang dari 50 milimeter. Kondisi serupa itu kemudian terjadi pada dua dasarian berikutnya, hingga secara total dalam kurun 30 hari musim disebut kemarau jika curah hujannya kurang dari 150 milimeter. 

Vivi mengatakan BMKG memprakirakan durasi musim kemarau di Jawa Barat berlangsung selama 10-30 dasarian atau antara 100 hingga 300 hari. Lama kemarau 10-12 dasarian mencakup 22 persen wilayah,  13-15 dasarian (42 persen), 16-18 dasarian (12 persen), 19-21 dasarian (15 persen), dan sepanjang 22-24 dasarian (5 persen).

“Kemarau selama 28-30 dasarian pada dua persen wilayah, yaitu di Bekasi,” katanya. Adapun 2 persen wilayah lain termasuk daerah satu musim, yaitu musim hujan di Bogor. 

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung Teguh Rahayu mengatakan sebanyak 39 zona musim lainnya di Jawa Barat kini masih periode musim hujan yang secara bertahap memasuki kemarau dari April sampai Juni dengan sifat hujan di bawah normal atau lebih kering dari biasanya.

“Awal musim kemarau di Jawa Barat diprediksi maju dari normalnya, artinya kemarau lebih panjang,” kata Koordinator BMKG Jawa Barat tersebut.

Sementara itu, Direktur Perubahan Iklim BMKG Fachri Radjab mengatakan berdasarkan analisis terakhir yang dilakukan BMKG, musim kemarau tahun ini akan datang lebih awal dan durasinya akan lebih panjang. 

Bila dibandingkan rata-ratanya dalam 30 tahun, musim kemarau tahun ini relatif lebih kering. “Bukan paling kering sepanjang 30 tahun,” ujarnya. Jika dibandingkan per tahun, misalnya, kemarau pada 1997 menurutnya lebih dahsyat.

Fachri mengatakan musim kemarau tahun ini diikuti oleh aktifnya El Nino. Menurutnya, El Nino dan musim kemarau merupakan dua hal yang berbeda walau akhirnya saling mempengaruhi. Dari prediksi BMKG, El Nino mulai aktif pada akhir April atau awal Mei dengan intensitas antara lemah hingga moderat sekitar Agustus, September, dan Oktober 2026.

Dari peta prediksi awal musim kemarau di Jawa Barat dimulai sejak Maret di daerah utara Bekasi dan Karawang. Pada April ini ada 10 persen wilayah yang diprakirakan mulai kemarau, yaitu Karawang bagian tengah, Subang bagian tengah, dan sebagian besar Indramayu.

Pada Mei diperkirakan bertambah 56 persen wilayah, dan Juni 30 persen lagi yang meliputi sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi utara, Cianjur tengah, Kabupaten Bandung Barat bagian timur, Kota Bandung, Garut tenggara, selatan Tasikmalaya, dan barat Pangandaran.  

Adapun 2 persen wilayah masuk kategori zona tipe 1 musim, yaitu Kota Bogor, Bogor bagian tengah dan sebagian kecil utara Sukabumi.

Jika dibandingkan dengan kondisi normalnya, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Jawa Barat atau 66 persen akan memasuki musim kemarau lebih cepat atau maju, dan 93 persen daerah lebih kering.

Sementara puncak musim kemarau diprediksi BMKG saat Agustus pada mayoritas atau 90 persen wilayah di Jawa Barat. BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan, penurunan ketersediaan air, gangguan irigasi pertanian, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Read Entire Article
Parenting |