Buntut Tabrakan Kereta Bekasi, Sopir Taksi Diperiksa 2 Kali

6 hours ago 6

KEPOLISIAN Resor Metropolitan Bekasi Kota memeriksa sopir taksi listrik Green SM yang diduga memicu tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan sopir berinisial RRP itu dilaksanakan pada Selasa dan Rabu, 28-29 April 2026.

"Driver taksi online diminta keterangan kemarin Selasa dan hari ini rabu di Polres Metro Bekasi Kota," ujar Budi saat dikonfirmasi, Rabu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Budi, pemeriksaan itu bertujuan untuk memperjelas kronologi serta menentukan tanggung jawab atas insiden yang mengakibatkan jatuhnya belasan korban jiwa itu. Saat ini, sopir tersebut berstatus sebagai saksi.

Sebelumnya, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Polri Komisaris Sandhi Wiedyanoe mengatakan proses analisis terhadap peristiwa masih berjalan. Menurutnya, polisi menerapkan Traffic Accident Analysis (TAA) untuk menelusuri rangkaian kecelakaan.

Dalam analisis itu, kata Sandhi, polisi mendalami seluruh aspek kecelakaan. Mulai dari jejak di lokasi hingga kondisi kendaraan sebelum dan sesudah tabrakan terjadi. “Semua. Termasuk jejak kecelakaan, bekas benturan, kecepatan awal sebelum crashing, kondisi kedua kendaraan sebelum, pada saat, dan setelah kecelakaan,” kata dia. Sandhi menargetkan proses TAA rampung dalam waktu dekat.

Hingga Rabu siang, polisi mencatat sebanyak 16 perempuan menjadi korban jiwa dalam peristiwa ini. Dia menuturkan sebanyak 90 korban masih dirawat di sejumlah rumah sakit. “Sebanyak 44 pasien sudah kembali dan 46 lainnya diobservasi,” kata Budi.

Tabrakan antarkereta terjadi di perlintasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026, sekitar pukul 20.57 WIB. Saat itu, KRL jurusan Kampung Bandan–Cikarang dihantam dari belakang oleh Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi yang melaju dengan kecepatan tinggi.

Insiden bermula ketika sebuah taksi online Green SM mengalami korsleting listrik di tengah perlintasan kereta, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Komisaris Sandhi mengatakan peristiwa itu memicu tabrakan awal di jalur. “Terjadilah tabrakan yang melibatkan kereta api dengan kendaraan tersebut,” ujar Sandhi.

Akibat insiden itu, perjalanan KRL jurusan Kampung Bandan–Cikarang tertahan di Stasiun Bekasi Timur. Nahas, pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang di jalur yang sama. “Kecepatan 110 kilometer per jam,” kata Sandhi.

Badan KA Argo Bromo Anggrek menembus badan KRL hingga membelah gerbong khusus wanita. Puluhan penumpang yang berada di dalam gerbong itu menjadi korban setelah terhimpit badan kereta.

Vice President Corporate Communications PT Kereta Api Indonesia (Persero) Anne Purba mengatakan seluruh korban meninggal merupakan perempuan. Menurutnya, para korban merupakan perempuan usia produktif yang masih kuliah maupun bekerja.

Selain korban meninggal, Anne menyebut puluhan penumpang lainnya telah dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Anne mengatakan PT KAI masih mengidentifikasi korban meninggal.

Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
Parenting |