PNM Inventarisasi dan Pantau Karyawan dan Nasabah Korban Gempa di NTT

1 hour ago 6

INFO TEMPO – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bergerak memastikan satu hal, karyawan dan nasabah yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu tidak menghadapi situasi ini sendirian. Bagi PNM, langkah pertama dalam situasi seperti ini bukan sekadar menghitung kerusakan, namun juga mencari tahu siapa saja yang terdampak dan memastikan mereka berada dalam kondisi aman.

Oleh karena itu, PNM melakukan inventarisasi dan pemantauan terhadap kondisi karyawan beserta keluarganya, sekaligus mendata nasabah PNM yang terdampak gempa. Proses tersebut dilakukan melalui jaringan PNM di daerah untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan secara lebih cepat dan akurat, termasuk kebutuhan paling mendesak yang diperlukan karyawan maupun nasabah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Direktur Utama PNM, Kindaris mengatakan, ketika bencana terjadi, yang terdampak bukan hanya tempat tinggal. Warung bisa berhenti berjualan, bahan dagangan bisa rusak, akses menuju pasar dapat terputus, dan aktivitas ekonomi keluarga harus berhenti sementara.

“Dalam kondisi bencana, yang paling utama adalah keselamatan manusia. Karena itu, kami ingin memastikan karyawan dan nasabah PNM yang terdampak berada dalam perhatian kami,” ujar dia.

PNM, lanjut dia, sedang menginventarisasi kondisi mereka agar bantuan dan dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Inventarisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada karyawan maupun nasabah yang luput dari perhatian. 

Data dari lapangan akan menjadi dasar untuk menentukan bentuk dukungan berikutnya, mulai dari kebutuhan dasar hingga dukungan pemulihan setelah kondisi berangsur aman.

Sejalan dengan proses pendataan, PNM juga menyiapkan dukungan berupa bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak, khususnya karyawan dan nasabah PNM yang membutuhkan. 

Bantuan diarahkan pada kebutuhan dasar yang paling dibutuhkan dalam situasi tanggap darurat, seperti makanan, air minum, perlengkapan kebersihan serta kebutuhan lainnya. Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur menjadi titik pertama penerima bantuan dan akan terus dilakukan perluasan wilayah cakupan penerima manfaat.

“Bantuan awal yang terpenting adalah hadir ketika seseorang sedang membutuhkan. Kami ingin bantuan PNM sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, terutama karyawan dan nasabah yang selama ini menjadi bagian dari keluarga besar PNM,” ujar dia. 

Kehadiran tersebut diharapkan dapat menjadi sedikit ruang untuk bernapas di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih. Setelah keselamatan dan kebutuhan dasar terpenuhi, perhatian berikutnya adalah bagaimana membantu keluarga dan usaha ultra mikro kembali berjalan. (*) 

Read Entire Article
Parenting |