Daftar 10 Mata Uang Terkuat dan Terlemah Di Dunia

5 hours ago 11

DALAM dunia perdagangan global, nilai tukar mata uang sering kali menjadi barometer kekuatan ekonomi sebuah negara. Meski mendominasi sebagai mata uang yang paling banyak diperdagangkan, ternyata bukan dolar AS yang menduduki puncak sebagai mata uang terkuat dunia saat ini. Di sisi lain, sejumlah mata uang justru berada di titik nadir, nilainya hanya sebagian kecil dari satu dolar AS.

Dalam daftar mata uang terkuat dunia versi Forbes Advisor 2026 yang dirilis pada awal Mei 2026, posisi teratas justru ditempati dinar Kuwait atau Kuwaiti dinar (KWD). Nilai satu dinar Kuwait bahkan lebih tinggi dibandingkan satu dollar AS.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Daftar Mata Uang Terkuat di Dunia

1. Dinar Kuwait (KWD)

Dinar Kuwait adalah mata uang terkuat di dunia, dengan 1 dinar Kuwait setara 275,41 rupee India (atau INR 1 setara 0,003 dinar Kuwait).

Kuwait terletak di antara Arab Saudi dan Irak. Negara ini memperoleh sebagian besar kekayaannya dari statusnya sebagai salah satu eksportir minyak utama dunia. Dinar Kuwait diperkenalkan pada 1960-an dan awalnya dipatok pada pound Inggris sebelum kemudian dipatok kembali pada sekeranjang mata uang yang tidak diungkapkan.

2. Dinar Bahrain (BHD)

Dinar Bahrain adalah mata uang terkuat kedua di dunia. Satu dinar Bahrain setara 225,26 rupee India (atau INR 1 setara 0,004 dinar Bahrain). Bahrain adalah negara kepulauan di Teluk Persia di lepas pantai Arab Saudi. Seperti Kuwait, negara ini memperoleh banyak pendapatan dari ekspor minyak dan gas. Dinar Bahrain mulai beredar pada 1965 dan dipatok pada dolar AS.

3. Rial Oman (OMR)

Rial Oman adalah mata uang terkuat ketiga di dunia, dengan 1 rial Oman setara 220 rupee India (atau INR 1 setara 0,004 rial Oman). Oman terletak di ujung Semenanjung Arab di antara Uni Emirat Arab dan Yaman. Seperti negara-negara kaya tetangganya, Oman merupakan eksportir utama minyak dan gas. Rial Oman diperkenalkan pada 1970-an dan dipatok pada dolar AS.

4. Dinar Yordania (JOD)

Dinar Yordania adalah mata uang terkuat keempat di dunia, dengan 1 dinar Yordania setara 119,46 rupee India (atau INR 1 setara 0,008 dinar Yordania). Yordania sebagian besar merupakan negara tanpa laut dan berbatasan dengan Mesir, Suriah, Irak, dan Arab Saudi. Negara ini tidak terlalu bergantung pada ekspor minyak dan gas dibanding tetangganya, serta menghadapi pertumbuhan ekonomi yang lambat dan utang yang meningkat. Dinar Yordania mulai beredar pada 1950 dan dipatok pada dolar AS.

5. Pound Inggris (GBP)

Pound Inggris adalah mata uang terkuat kelima di dunia, dengan 1 pound Inggris setara 107,51 rupee India (atau INR 1 setara 0,009 pound Inggris).

Menurut Bank Dunia, Inggris merupakan negara dengan PDB terbesar keenam di dunia. Pound pertama kali diperkenalkan pada 1400-an sebelum mengalami desimalisasi pada 1971. Mata uang ini mengambang bebas dan tidak dipatok pada mata uang lain.

6. Pound Gibraltar (GIP)

Pound Gibraltar berada di posisi keenam mata uang terkuat di dunia, dengan 1 pound Gibraltar setara 107,51 rupee India (atau INR 1 setara 0,009 pound Gibraltar). Gibraltar terletak di ujung selatan Spanyol dan secara resmi merupakan wilayah Inggris. Pound Gibraltar pertama kali diperkenalkan pada 1920-an dan dipatok pada pound Inggris (setara nilai, artinya 1 GIP = 1 GBP).

7. Dolar Kepulauan Cayman (KYD)

Dolar Kepulauan Cayman juga berada di posisi ketujuh terkuat di dunia, dengan 1 dolar Cayman setara 102,49 rupee India (atau INR 1 setara 0,009 dolar Cayman).

Kepulauan Cayman adalah wilayah Inggris di Karibia dan merupakan pusat keuangan lepas pantai. Dolar Cayman diperkenalkan pada 1970-an dan dipatok pada dolar AS.

8. Franc Swiss (CHF)

Franc Swiss berada di posisi kedelapan terkuat di dunia, dengan 1 franc Swiss setara 95,54 rupee India (atau INR 1 setara 0,01 franc Swiss).

Franc Swiss adalah alat pembayaran resmi di Swiss dan Liechtenstein serta dikenal sebagai mata uang safe haven karena stabilitas politik Swiss. Diperkenalkan pada 1850, mata uang ini sempat dipatok pada euro sebelum kembali mengambang bebas.

9. Euro (EUR)

Euro berada di posisi kesembilan terkuat di dunia dengan 1 euro setara 89,04 rupee India (atau INR 1 setara 0,01 euro).

Euro adalah mata uang resmi Zona Euro, yang mencakup 19 dari 27 negara anggota Uni Eropa. Uang fisik euro mulai beredar pada 2002 dan nilainya mengambang bebas.

10. Dolar Amerika Serikat (USD)

Dolar AS berada di posisi ke-10 mata uang terkuat dunia, dengan 1 dolar AS setara 84,70 rupee India (atau INR 1 setara 0,01 dolar AS). Nilainya tentu tepat 1 terhadap dirinya sendiri, dan semua mata uang lain di dunia bernilai lebih rendah dibanding dolar AS.

Dolar AS yang diciptakan pada 1700-an merupakan alat pembayaran sah di Amerika Serikat, wilayah teritorial AS, serta beberapa negara berdaulat seperti Puerto Rico, Ekuador, dan Zimbabwe. AS adalah ekonomi terbesar di dunia berdasarkan PDB, dan dolar AS adalah mata uang yang paling banyak diperdagangkan secara global.

Dolar AS juga merupakan mata uang cadangan terbesar di dunia (mata uang yang paling banyak disimpan bank sentral) dan digunakan untuk menetapkan harga banyak komoditas seperti minyak, emas, dan tembaga.

Mata Uang Terlemah di Dunia

Nilai mata uang terlemah di dunia mencerminkan persoalan ekonomi yang mendalam, mulai dari krisis politik, inflasi tinggi, hingga beban utang luar negeri.

1. Rial Iran (IRR)

Saat ini satu rial Iran bernilai US$ 0,000001, yang berarti US$1 dapat membeli 1.315.000 rial Iran. Rial Iran pertama kali diperkenalkan pada akhir 1700-an. Nilai mata uang ini kurang lebih bertahan di kisaran nilai tukarnya terhadap dolar selama beberapa tahun terakhir.

Iran terletak di Teluk Persia di antara Irak dan Afghanistan. Negara ini merupakan salah satu eksportir utama minyak dan gas alam dunia, namun sanksi ekonomi telah menekan nilai mata uangnya. Nilai IRR turun tajam setelah konflik terbaru antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

2. Pound Libanon (LBP)

Satu pound Libanon setara dengan US$ 0,000011. Dengan kata lain, US$ 1 bernilai 89.432,68 pound Libanon. Libanon berbatasan dengan Laut Mediterania, serta Israel dan Suriah di Timur Tengah. Perekonomian negara ini berbasis jasa dan juga mengekspor batu mulia, logam, produk kimia, serta makanan dan minuman.

Pound Libanon telah berada di bawah tekanan terhadap dolar AS selama beberapa tahun akibat ekonomi yang terpuruk, inflasi tinggi dan pengangguran, krisis perbankan, serta gejolak politik.

3. Dong Vietnam (VND)

Dong Vietnam berada di posisi ketiga dalam daftar ini, dengan satu unit mata uang setara $0,000038. Artinya, $1 dapat membeli 26.319,32 dong Vietnam. Vietnam berbatasan dengan Laut Cina Selatan serta bertetangga dengan China, Laos, dan Kamboja. Sektor jasa menyumbang porsi terbesar terhadap PDB negara ini, diikuti oleh industri seperti elektronik, energi, dan tekstil.

Nilai mata uang Vietnam tertekan oleh pembatasan ekspor luar negeri dan perlambatan ekspor baru-baru ini, ditambah periode suku bunga tinggi yang berkepanjangan di AS.

4. Kip Laos (LAK)

Kip Laos diperkenalkan pada 1950-an dan menjadi mata uang terlemah keempat, dengan 1 kip setara US$ 0,000046. Ini berarti US$ 1 setara dengan 21.971,71 LAK. Laos adalah negara tanpa laut yang berbatasan dengan Vietnam, Thailand, Kamboja, dan China. Negara ini sangat bergantung pada ekspor seperti tembaga, emas, dan kayu.

Pertumbuhan ekonomi yang lambat, meningkatnya utang luar negeri, dan inflasi tinggi memberikan tekanan pada mata uang Laos.

5. Rupiah Indonesia (IDR)

Mata uang nasional Indonesia diperkenalkan pada tahun 1946. Satu rupiah saat ini bernilai US$ 0,000057, yang berarti US$ 1 setara dengan 17.420,04 rupiah. Indonesia terdiri atas lebih dari 17 ribu pulau di Samudra Pasifik, termasuk Jawa, Sumatera, serta sebagian Kalimantan dan Papua.

Dalam hal PDB, Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara berkat sektor jasanya. Indonesia juga kaya komoditas, namun nilai rupiah melemah dibanding mata uang lain akibat kombinasi inflasi tinggi dan kekhawatiran resesi.

6. Som Uzbekistan (UZS)

Som diperkenalkan pada 1993 dan satu unit mata uang Uzbekistan saat ini bernilai US$ 0,000083. Dengan kata lain, US$ 1 setara dengan 11.999,98 som. Terletak di Asia Tengah, Uzbekistan adalah bekas republik Uni Soviet. Negara ini merupakan salah satu eksportir kapas terbesar dunia dan memiliki cadangan mineral serta minyak dan gas yang besar.

Meski telah melakukan reformasi ekonomi, Uzbekistan masih menghadapi pertumbuhan ekonomi rendah, inflasi tinggi, pengangguran, dan korupsi.

7. Franc Guinea (GNF)

Franc Guinea diperkenalkan pada 1959 dan saat ini bernilai US$ 0,000114. Artinya, US$1 setara dengan 8.777,58 franc Guinea. Guinea adalah bekas koloni Prancis di Afrika Sub-Sahara. Negara ini kaya sumber daya alam seperti emas dan berlian, namun menghadapi inflasi tinggi, ketidakstabilan militer, dan arus pengungsi dari Liberia dan Sierra Leone.

8. Franc Burundi (BIF)

Republik Burundi, negara tanpa laut di Afrika Timur, telah menggunakan mata uang ini sejak 1916. Satu franc Burundi saat ini bernilai US$ 0,000335, sehingga $1 setara dengan 2.983,24 franc Burundi.

Negara ini berpenduduk lebih dari 14 juta jiwa dan berbatasan dengan Rwanda di utara, Tanzania di timur/tenggara, dan Republik Demokratik Kongo di barat. Kopi dan teh menyumbang 90 persen ekspornya.

9. Ariary Madagaskar (MGA)

Diperkenalkan pada 1961, ariary Madagaskar resmi menggantikan franc pada 2005. Satu ariary saat ini bernilai US$ 0,00024, sehingga US$ 1 setara dengan 4.162,26 ariary.

Madagaskar adalah negara kepulauan di lepas pantai tenggara Afrika. Pertanian, penanaman rafia, pertambangan, perikanan, dan kehutanan menjadi sektor utama ekonominya. Ekspor utamanya meliputi vanila, nikel, dan cengkeh.

10. Guarani Paraguay (PYG)

Pertama kali diperkenalkan pada 1952, guarani Paraguay saat ini bernilai US$ 0,000161, sehingga US$ 1 setara dengan 6.218,18 guarani. Paraguay adalah negara tanpa laut yang berbatasan dengan Brasil, Argentina, dan Bolivia. Negara ini merupakan produsen utama kedelai, pemanis alami stevia, daging sapi, dan jagung. Mata uangnya tertekan oleh inflasi tinggi, korupsi, dan peredaran uang palsu.

Read Entire Article
Parenting |