Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1,2 Kilometer

8 hours ago 2

ERUPSI Gunung Semeru kembali terjadi pada Kamis pagi, 16 April 2026, pukul 06:21 WIB. Pos Pengamatan Gunung Semeru menyebutkan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1.200 meter di atas puncak (kurang lebih 4.876 meter di atas permukaan laut).

Liswanto, petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, mengatakan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah timur laut. Erupsi juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi tidak kurang dari 2 menit.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sekitar setengah jam kemudian, erupsi susulan kembali terjadi dengan ketinggian kolom 1.100 meter di atas puncak (kurang lebih 4.776 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. "Saat ini Gunung Semeru masih berada pada status Level III (Siaga)," ujar Liswanto dalam laporannya, Kamis.

Sementara itu, berdasarkan pengamatan kegempaan selama enam jam terakhir mulai Kamis dini hari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat sejumlah kegempaan, yakni 19 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 81-189 detik; 3 kali gempa embusan dengan amplitudo 2-6 mm, dan lama gempa 46-118 detik.

Selain itu, tercatat 1 kali gempa harmonik dengan amplitudo 1 mm, dan lama gempa 448 detik; serta 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 3-22 mm, S-P 15-29 detik dan lama gempa 51-192 detik.

Pada level Siaga saat ini Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, antara lain tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak, serta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Read Entire Article
Parenting |