Hansi Flick Bicara Mimpi Tiga Gelar Bersama Barcelona Usai Melaju ke Final Copa del Rey

19 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Barcelona Hansi Flick bermimpi memenangi tiga gelar alias trebel winner setelah timnya mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 1-0 di Stadion Wanda Metropolitano pada Kamis dinihari, 3 April 2025. La Braugana akan menyiapkan pertarungan El Clasico melawan Real Madrid di final Copa del Rey 2024-2025.

Ferran Torres mencetak satu-satunya gol untuk memastikan kemenangan agregat 5-4 atas Atletico Madrid. Itu juga membuat Barca tetap bertahan di ketiga kompetisi hingga akhir musim. "Ini momen yang bagus, tetapi saya berpengalaman, saya tahu seberapa cepat itu bisa berubah. Bermimpi itu diperbolehkan dan kami akan bekerja keras dan tetap fokus,” ujar Flick, dikutip dari ESPN.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Barcelona, yang sebelumnya memenangkan tiga gelar pada tahun 2009 dan 2015, juga memimpin persaingan gelar La Liga dengan tiga poin dengan sembilan pertandingan tersisa. Braugana juga akan menghadapi Borussia Dortmund di perempat final Liga Champions. 

Tim Hansi Flick telah memenangkan Piala Super Spanyol tahun ini. "Memenangkan gelar adalah mimpi besar bagi kami. Kami memiliki gelar pertama (Piala Super), tetapi di klub ini mereka memiliki banyak ruang untuk lebih banyak gelar,” ucap pelatih asal Jerman tersebut.

Barca dan Madrid, dua tim teratas LaLiga, terakhir kali bertemu di final Copa pada tahun 2014. Pertemuan tahun ini akan berlangsung di Estadio La Cartuja di Seville pada tanggal 26 April mendatang.

Meski bermimpin memenangi tiga gelar, Flick belum melihat peluang Barca bakal sejauh itu. Barca memiliki empat pertandingan penting di Liga Spanyol. Real Betis akan menjadi batu sandungan pertama akhir pekan ini sebelum menghadapi Dortmund. "Saya hidup di masa ini, bukan masa lalu atau masa depan. Itu sebabnya saya tidak memikirkan laga final. Jika Anda bertanya tentang final, saya akan mengatakan pertandingan final berikutnya adalah Real Betis.”

"Laga Clasico akan hebat, tetapi kami harus memainkan banyak pertandingan sebelum itu. Bagi saya, dalam pikiran saya, itu benar-benar di belakang semua hal penting lainnya. Bagi saya, itu tidak penting sekarang,” ucap Flick.

Barca seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol di babak pertama melawan Atletico Madrid. Jules Kounde, Lamine Yamal, dan Raphinha kehilangan peluang untuk memperbesar keunggulan Barca, tetapi Atletico bangkit setelah jeda. Tuan rumah tidak dapat menemukan jalan keluar. Barcelona memperpanjang rekor tak terkalahkan di semua kompetisi menjadi 21 pertandingan.

Flick memuji penampilan para pemainnya. Menurut dia, kekalahan melawan Atletico pada bulan Desember sebagai momen perubahan musim mereka. "Tidak mudah untuk meraih clean sheet dan menang di sini. Saya pikir Atletico adalah salah satu tim terbaik, tidak hanya di Spanyol, tetapi juga di Eropa, jadi kami senang dengan ini.” 

Read Entire Article
Parenting |