Jadi Wakil Kepala BGN, Trenggono Pensiun Dini dari TNI

5 hours ago 1

WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono mengumumkan telah mundur dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Perwira yang terakhir berpangkat mayor jenderal itu pensiun dini dari militer setelah dilantik menjadi wakil kepala Badan Gizi.

Trenggono menyampaikan sikaanya itu saat menghadiri pelantikan pimpinan BGN di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusa, pada Senin, 8 Juni 2026. "Jadi saya pensiun dini, atas kesediaan saya," kata dia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengatakan, dirinya telah mundur dari TNI sejak diumumkan sebagai wakil kepala BGN pada 2 Juni 2026.

Menurut Trenggono, dirinya mundur tanpa instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pensiun dini dari militer itu merupakan inisiatif sendiri.

TNI telah mengkonfirmasi pensiun dini Trenggono. Pada Senin, 8 Juni 2026, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Muhammad Nas menyampaikan pengunduran diri itu telah disetujui.

Presiden Prabowo melantik empat pejabat pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin ini. Mereka adalah tiga pimpinan BGN serta seorang penasihat khusus presiden. 

Ketiga pejabat BGN yang dilantik itu adalah adalah Nanik Sudaryati Deyang sebagai kepala BGN serta Trenggono dan Agustina Arumsari sebagai wakil kepala BGN. Dengan begitu, mereka resmi menggantikan para pimpinan lembaga penyelenggara makan bergizi gratis (MBG) yang dicopot oleh presiden. Ketiga juga ditetapkan tersangka kasus korupsi di Badan Gizi.

Ketiganya adalah Dadan Hindayana (mantan kepala BGN), serta Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung (mantan wakil kepala). 

Selain para pimpinan BGN ini, Presiden Prabowo juga melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh. Said juga adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia. 

Pengambilan sumpah jabatan mereka dipimpin oleh Presiden. "Bersediakah saudara-saudara untuk diambil sumpah janji menurut agama masing-masing?" tanya Prabowo kepada mereka yang dilantik.

"Bersedia," kata para pejabat. Mereka pun mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugas baru ini dengan selurus-lurusnya, menjalankan peraturan perundang-undangan, hingga menunjung etika jabatan ketika bekerja. 

Read Entire Article
Parenting |