PERSAINGAN menuju Liga Champions Eropa musim depan kian ketat usai Manchester United tumbang dari Leeds United. Meski begitu, manajer sementara MU Michael Carrick memastikan timnya belum keluar dari jalur.
Bermain di Old Trafford pada Selasa dinihari, 14 April 2026, Manchester United takluk 1-2 dalam laga yang diwarnai kartu merah untuk Lisandro Martinez pada menit ke-56. Bek asal Argentina itu diusir wasit setelah tinjauan VAR menilai ia melakukan kontak dengan rambut Dominic Calvert-Lewin saat berebut bola di lini tengah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Keputusan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Sebelumnya, United sudah tertinggal dua gol lewat brace Noah Okafor di babak pertama. Meski bermain dengan 10 orang, tuan rumah sempat bangkit dan memperkecil skor melalui Casemiro.
United bahkan nyaris menyamakan kedudukan. Namun peluang Casemiro digagalkan sapuan Calvert-Lewin di garis gawang. Peluang Manuel Ugarte juga berhasil diblok. Bola seakan tak berpihak pada tuan rumah di menit-menit akhir.
Carrick mengakui keputusan wasit membuatnya frustrasi, tetapi ia menilai respons timnya patut diapresiasi. “Apa pun yang terjadi malam ini tidak akan mengubah pandangan saya terhadap tim ini,” ujar Carrick dalam konferensi pers usai laga, dikutip dari laman resmi klub.
Ia menyebut United telah memiliki fondasi permainan yang cukup jelas sepanjang musim ini. Menurut dia, timnya memahami kekuatan sekaligus kelemahan yang masih perlu diperbaiki. “Kami sudah membangun dasar yang kuat. Kami tahu apa yang harus ditingkatkan. Akhir musim akan menjadi periode yang besar bagi kami,” kata Carrick.
Ia juga menegaskan tidak pernah meragukan mentalitas para pemainnya. Dalam kondisi tertinggal dan kekurangan jumlah pemain, United tetap menunjukkan perlawanan. “Saya tidak pernah meragukan keinginan mereka untuk tampil baik. Dari yang saya lihat setiap hari, semangat itu ada. Kami hanya perlu meningkatkan beberapa aspek,” ujarnya.
Carrick menilai timnya justru tampil lebih baik setelah kehilangan satu pemain saat menghadapi Leeds. “Saya pikir kami bermain lebih baik dengan 10 orang. Reaksi para pemain sangat bagus. Kami tetap positif dan mencoba mengubah jalannya pertandingan,” kata dia.
Meski kecewa, Carrick menilai reaksi emosional pemain adalah hal yang wajar. “Kami kalah di kandang dan tentu tidak menginginkannya. Tapi kalau mereka tidak kecewa, itu justru mengkhawatirkan,” ujarnya.
Kepada Sky Sports, Carrick mengakui timnya tidak memulai laga dengan baik. Ia menilai United gagal menemukan ritme permainan di babak pertama. “Kami tidak benar-benar klik di awal pertandingan. Ada beberapa momen, tapi secara keseluruhan tidak cukup baik,” katanya.
Di babak kedua, kata dia, para pemain mulai menunjukkan karakter tim. “Para pemain tetap berjuang dan mencoba segalanya. Ini sepak bola. Kadang Anda tidak berada di performa terbaik,” ujar Carrick.
Ia menegaskan kekalahan ini tidak akan memengaruhi kepercayaan diri tim. United, kata dia, masih berada dalam posisi yang cukup baik menjelang penentuan akhir musim. “Kami harus segera bangkit. Ini memang mengecewakan, tapi perjalanan belum selesai. Kami masih punya akhir musim yang besar di depan,” kata Carrick.


















































