KEMENTERIAN Perhubungan menargetkan pembangunan jaringan rel kereta api hingga mencapai 10.524 kilometer. Target tersebut menambah jalur yang kini aktif sepanjang 6.927 kilometer di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan jaringan kereta api nasional untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui akses yang lebih baik, hingga mengurangi beban transportasi jalan raya. “Biaya logistik lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Juni 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Data Kemenhub menunjukkan jumlah penumpang kereta api naik sebesar 8,8 persen, dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada 2025. Peningkatan itu disebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.
Dudy menyampaikan bahwa sejumlah proyek strategis yang tengah didorong antara lain pembangunan jaringan kereta api Trans Sumatera, pengembangan kereta api logistik di Kalimantan, penyelesaian pengoperasian kereta api Makassar-Parepare, serta pengembangan layanan kereta api perkotaan di berbagai wilayah. Di Pulau Jawa, pengembangan mencakup peningkatan kapasitas layanan perkotaan, elektrifikasi jalur, serta pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.
Di Sumatera, pengembangan itu antara lain untuk kereta api logistik hingga wisata. Kemudian ada layanan gerbong untuk petani dan pedagang di Jawa yang sudah berjalan.
“Program ini sudah berjalan dan disambut dengan baik oleh masyarakat, pelayanan gerbong ini dihadirkan di Lebak, Garut, Cilacap, Yogyakarta, Solo, Semarang, Blitar, Jember, hingga Banyuwangi,” ucap Dudy.
Jaringan rel kereta api ini, kata Dudy, akan mendukung pemerataan pembangunan dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, kawasan pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi pariwisata. Kemenhub juga meminta keterlibatan pemerintah daerah, badan usaha, operator, dan seluruh pemangku kepentingan agar pengembangan berjalan cepat.
“Dan tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama,” tutur Dudy.
















































