Menghargai Anak Tengah, Cara Menciptakan Rasa Diterima dan Dihargai di Keluarga

3 days ago 7

Fimela.com, Jakarta Dalam sebuah keluarga, sering kali kita mendengar cerita tentang bagaimana anak pertama cenderung mendapatkan perhatian lebih karena dianggap sebagai ‘pionir’ dalam segala hal atau bagaimana anak bungsu mendapatkan perlakuan spesial karena dianggap yang paling membutuhkan perlindungan. Namun, bagaimana dengan anak tengah? Anak yang berada di posisi ini sering kali tidak mendapatkan sorotan yang sama, baik itu dari orang tua, maupun dari saudara-saudara mereka. Mereka tidak berada di posisi yang paling dominan maupun yang paling terlindungi. Hal ini kadang membuat anak tengah merasa terabaikan dan kurang dihargai.

Tentu saja, setiap anak di keluarga memiliki peran yang unik dan penting. Anak tengah, meski sering kali berada di bayang-bayang saudara tertua dan bungsu, memiliki karakteristik dan kualitas luar biasa yang patut diakui. Meskipun ada banyak stereotip yang menyebutkan bahwa anak tengah sering merasa terpinggirkan atau cenderung memberontak—fenomena yang dikenal dengan istilah Sindrom Anak Tengah—faktanya mereka justru memiliki banyak kelebihan. Anak tengah seringkali memiliki sifat yang lebih mandiri, kreatif, bijaksana, dan memiliki kemampuan untuk bekerja sama dalam kelompok yang sangat baik.

Namun, banyak dari mereka yang merasa bahwa keberadaan mereka tidak selalu dihargai atau bahkan sering diabaikan. Padahal, rasa dihargai dan diterima adalah salah satu faktor penting yang memengaruhi perkembangan emosional dan psikologis anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk menyadari kualitas-kualitas positif yang dimiliki oleh anak tengah dan memberikan perhatian yang cukup agar mereka merasa diterima dan dihargai dalam keluarga. Dilansir darii upworthy.com, dalam artikel ini, akan dibahas mengenai 7 sifat hebat yang dimiliki oleh anak tengah serta bagaimana cara agar orang tua bisa menciptakan lingkungan yang lebih mendukung dan penuh penghargaan bagi mereka.

1. Anak Tengah Adalah Anak yang Baik

Penelitian menunjukkan bahwa anak tengah cenderung lebih tertib dibandingkan saudara-saudara mereka. Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 1964 dan 2009 menunjukkan bahwa anak tengah memiliki kecenderungan lebih rendah untuk berperilaku buruk. Mereka cenderung lebih tenang, bertanggung jawab, dan memiliki perilaku yang baik. Meskipun tidak mendapatkan perhatian khusus seperti anak tertua atau bungsu, anak tengah cenderung tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri dan terkendali.

Untuk menghargai sifat baik ini, orang tua bisa memberikan pujian secara spesifik mengenai perilaku baik yang ditunjukkan anak tengah. Mengapresiasi sikap mereka dalam menyelesaikan tugas atau berperilaku sopan akan meningkatkan rasa percaya diri mereka dan menunjukkan bahwa mereka dihargai.

2. Pemain Tim yang Hebat

Anak tengah sering kali memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan baik dalam tim. Mereka belajar untuk beradaptasi dengan berbagai peran, baik sebagai pemimpin maupun anggota tim. Karena mereka berada di posisi yang kurang dominan dalam keluarga, mereka cenderung mengembangkan keterampilan kolaborasi dan empati. Ini menjadikan mereka anggota tim yang luar biasa, baik di sekolah, olahraga, maupun di lingkungan kerja nantinya.

Untuk menciptakan rasa dihargai dalam keluarga, orang tua bisa mengajak anak tengah untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan keluarga. Ini akan memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berkontribusi pada dinamika keluarga dan merasa dihargai.

3. Anak Tengah Cenderung Lebih Sukses

Banyak penelitian menunjukkan bahwa anak tengah sering kali lebih sukses dibandingkan saudara mereka yang lebih tua atau lebih muda. Misalnya, setidaknya 52% presiden AS adalah anak tengah, dan banyak tokoh sukses lainnya seperti Warren Buffet, Mark Zuckerberg, Jennifer Lopez, dan Michael Jordan juga berasal dari posisi tengah dalam keluarga. Anak tengah belajar untuk berjuang lebih keras untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan, yang membentuk mereka menjadi individu yang tangguh dan tidak mudah menyerah.

Memberikan dukungan dan apresiasi terhadap usaha dan pencapaian anak tengah, baik besar maupun kecil, dapat memberikan mereka rasa diterima dan dihargai. Orang tua perlu menunjukkan bahwa mereka percaya pada kemampuan anak tengah untuk meraih kesuksesan.

4. Kemampuan Negosiasi yang Hebat

Anak tengah sering kali harus mengembangkan keterampilan negosiasi yang baik karena mereka berada di posisi yang tidak selalu mendukung keinginan mereka. Tidak seperti anak pertama yang mungkin lebih otoritatif atau anak bungsu yang lebih dimanjakan, anak tengah belajar untuk memperjuangkan hak mereka dengan cara yang lebih diplomatis dan bijaksana.

Orang tua dapat menghargai keterampilan negosiasi ini dengan memberi anak tengah kesempatan untuk terlibat dalam keputusan-keputusan penting di keluarga, seperti memilih kegiatan akhir pekan atau mengatur jadwal liburan keluarga. Ini akan mengajarkan mereka bahwa kemampuan mereka untuk berkomunikasi dan merundingkan keputusan dihargai. 

5. Rendah Hati dan Penuh Empati

Posisi mereka sebagai anak tengah mengajarkan mereka untuk bersikap rendah hati. Mereka tidak memiliki status istimewa dalam keluarga, sehingga mereka belajar untuk menghargai peran mereka sendiri tanpa merasa lebih penting dari yang lain. Kerendahan hati ini sering kali tercermin dalam cara mereka berinteraksi dengan orang lain, baik dalam keluarga maupun di luar rumah.

Orang tua bisa menghargai sifat rendah hati ini dengan memberikan pengakuan atas kontribusi anak tengah dalam keluarga. Mengungkapkan rasa terima kasih atas kebaikan hati mereka akan memperkuat rasa dihargai dalam diri mereka.

6. Lebih Kreatif

Karena berada di tengah, anak tengah sering kali merasa perlu untuk tampil berbeda agar bisa mendapatkan perhatian, terutama di keluarga di mana anak pertama dan bungsu sering kali menjadi fokus utama. Hal ini mendorong anak tengah untuk mengembangkan kreativitas mereka. Mereka sering kali berpikir di luar kotak dan mencari cara unik untuk menunjukkan diri mereka.

Menciptakan ruang bagi anak tengah untuk mengekspresikan kreativitas mereka akan memberi mereka rasa dihargai. Orang tua bisa memberikan dukungan terhadap hobi atau minat kreatif anak tengah, serta memberi pujian atas ide-ide inovatif yang mereka kemukakan.

7. Mereka Mudah Dihubungi dan Disukai

Anak tengah cenderung lebih mudah bergaul dan memiliki kepribadian yang menyenangkan. Karena mereka tidak memiliki tekanan untuk memimpin atau mendapatkan perhatian berlebih, mereka sering kali menjadi lebih santai dan menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Ini menjadikan mereka teman yang baik dan mudah disukai oleh orang lain.

Untuk menunjukkan penghargaan terhadap sifat ini, orang tua bisa memberi anak tengah kesempatan untuk berinteraksi lebih banyak dengan keluarga dan teman-teman. Ini akan membuat mereka merasa bahwa peran sosial mereka dihargai dan mereka diterima dengan baik di lingkungan sekitar mereka.

Setiap anak, termasuk anak tengah, memiliki sifat-sifat luar biasa yang pantas untuk dihargai. Meskipun terkadang mereka merasa kurang diperhatikan karena posisi mereka di antara saudara-saudara mereka, orang tua dapat berperan penting dalam menciptakan rasa diterima dan dihargai. Dengan memberikan dukungan, pengakuan, dan kesempatan bagi anak tengah untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka, kita dapat membantu mereka berkembang menjadi individu yang percaya diri dan sukses.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Read Entire Article
Parenting |