CANTIKA.COM, Jakarta - Dunia makeup memang penuh “aturan”, mulai dari bentuk wajah hingga warna mata. Namun pada akhirnya, riasan tetap bersifat personal dan sangat bergantung pada preferensi masing-masing. Meski begitu, beberapa panduan bisa membantu jika kamu ingin mencoba tampilan baru. Salah satunya adalah tren contrast makeup atau teori riasan kontras yang tengah ramai di media sosial.
Tren ini membantu menonjolkan fitur alami wajah dengan menyesuaikan tingkat kontras antara warna kulit, rambut, mata, dan alis. Konsepnya terinspirasi dari prinsip fotografi, di mana kontras menggambarkan perbedaan antara area terang dan gelap.
Teori ini dipopulerkan oleh makeup artist Prancis Aliénor yang menjelaskan bahwa setiap orang memiliki tingkat kontras berbeda. Dengan memahami kontras tersebut, kamu bisa menentukan gaya makeup yang terlihat lebih seimbang dan natural.
Menariknya, tren ini tidak selalu mengharuskan membeli produk baru. Banyak tekniknya hanya melibatkan penyesuaian intensitas warna atau teknik aplikasi dari produk yang sudah dimiliki.
Apa Itu Teori Contrast Makeup?
Kontras dalam makeup merujuk pada tingkat perbedaan warna antara kulit dengan fitur wajah lainnya seperti rambut, alis, dan mata. Semakin besar perbedaannya, semakin tinggi kontrasnya.
Sebagai gambaran, seseorang dengan rambut pirang, kulit cerah, dan mata terang cenderung memiliki kontras rendah karena warna fitur wajahnya berada dalam spektrum yang mirip. Sebaliknya, seseorang dengan rambut gelap dan kulit terang biasanya memiliki kontras tinggi karena perbedaan warnanya lebih jelas.
Aliénor menjelaskan bahwa memahami kontras dapat membantu menentukan intensitas makeup agar hasil akhirnya terlihat harmonis, bukan berlebihan atau justru terlalu pucat.
Makeup untuk Kontras Rendah: Soft dan Natural
Kontras rendah berarti perbedaan warna antara kulit, rambut, dan mata tidak terlalu mencolok. Semua elemen terlihat berada dalam tone yang serupa, sehingga tampilan makeup yang terlalu bold justru bisa terlihat kurang menyatu.
Untuk kategori ini, gaya no makeup look sering menjadi pilihan ideal. Makeup tipis dengan complexion ringan, sedikit maskara, serta lip gloss atau lip tint natural membantu mempertahankan kesan lembut.
Aktris Elle Fanning sering dijadikan referensi tampilan kontras rendah karena riasannya cenderung ringan dan segar. Kuncinya adalah menjaga tampilan tetap subtle dengan warna-warna soft seperti peach, pink muda, atau nude yang mendekati warna alami bibir dan pipi.
Makeup untuk Kontras Tinggi: Bold namun Tetap Seimbang
Kontras tinggi terjadi ketika terdapat perbedaan signifikan antara warna kulit dan fitur wajah lainnya. Misalnya kulit terang dengan rambut dan alis gelap. Pada tipe ini, makeup dengan intensitas lebih kuat justru terlihat harmonis karena menyesuaikan karakter wajah yang sudah kontras sejak awal.
Beberapa gaya yang sering direkomendasikan antara lain smokey eyes, eyeliner tegas, hingga lipstik merah intens. Tampilan glam klasik seperti yang sering dikenakan Emily Ratajkowski dapat menjadi inspirasi untuk kategori ini.
Namun, intensitas tetap bisa disesuaikan. Smokey eyes yang lebih soft atau lipstik merah dengan tone hangat dapat membantu menjaga tampilan tetap elegan tanpa terlihat berlebihan.
Makeup untuk Kontras Sedang: Tambahkan Sedikit Intensitas
Kontras sedang berada di antara keduanya, di mana perbedaan warna kulit dan fitur wajah tidak terlalu tajam namun tetap terlihat jelas. Untuk tipe ini, makeup dengan intensitas sedang dianggap paling ideal. Lipstik warna rose, dusty pink, atau soft red dapat membantu memberi dimensi tanpa terlihat terlalu bold.
Aktris Zendaya sering menjadi referensi tampilan kontras medium, misalnya dengan complexion glowing, eyeshadow bronze lembut, serta lipstik pink natural. Blush bernuansa serupa dengan warna bibir juga membantu menciptakan keseimbangan sehingga keseluruhan tampilan terlihat menyatu.
Yang membuat teori makeup kontras menarik adalah fleksibilitasnya. Panduan ini bukan aturan baku, melainkan titik awal untuk memahami bagaimana warna dan intensitas makeup berinteraksi dengan fitur wajah.
Bagi pemula, teori ini bisa membantu menemukan gaya makeup yang terasa lebih “pas”. Sementara bagi beauty enthusiast, pendekatan ini dapat menjadi cara baru untuk bereksperimen tanpa harus mengganti seluruh koleksi produk. Tren high contrast makeup hanya membantu mempertegas keunikan fitur wajah agar tampil lebih optimal, tanpa menghilangkan karakter alami.
BYRDIE
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.


















































