TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah adanya keterlibatan pihak luar dalam Muktamar PBNU ke-34, yang digelar di Lampung, Jumat, 24 Desember 2021. Menurut dia, agenda pemilihan Ketua Umum tersebut berlangsung secara demokratis.
"Pemilihannya demokratis, tergantung cara calon mendekati semua pihak," kata Gus Ipul kepada Tempo ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis, 3 April 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Gus Ipul meyakinkan, proses pemilihan Ketua Umum PBNU telah sesuai dengan mekanisme internal organisasi, dalam hal ini mematuhi AD/ART yang telah ditetapkan. Para calon yang bertanding juga sudah sepersetujuan dari Rais Aam PBNU.
"Kalau ada intervensi, kan bisa dilarang aja salah satu untuk maju oleh Rais Aam PBNU," ujarnya kembali.
Menurut Gus Ipul, isu soal adanya cawe-cawe pihak eksternal dalam pemilihan Ketua Umum PBNU merupakan hal yang biasa terjadi. Sebagai organisasi yang besar, dinamika politik semacam itu menurutnya adalah hal yang lumrah.
"Setiap muktamar, selalu ada saja isu cawe-cawe," ucap Gus Ipul.
Meskipun sering diterpa isu campur tangan orang luar dalam urusan internal organisasi, Gus Ipul menilai PBNU sudah memiliki mekanisme kuat untuk menghalau hal itu.
"PBNU punya mekanisme untuk menahan cawe-cawe pihak luar," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 Said Aqil Siradj menyebutkan ada cawe-cawe dari Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam untuk menghalangi dirinya menjadi Ketua PBNU periode 2021-2026. Pernyataan itu ia lontarkan dalam sebuah siniar Akbar Faizal Uncensored.
"Pak Jokowi tidak senang saya kalau saya terpilih lagi di NU. Maka di (Muktamar) Lampung semua itu diatur sehingga saya kalah," ucapnya kala itu.
Dalam muktamar itu, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya akhirnya menjadi pemenang dengan raihan 337 suara dan resmi menjadi Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Sementara Said Aqil Siradj hanya memperoleh 210 suara.
Terpilihnya Gus Yahya didapat setelah rapat pleno panjang yang digelar sejak Kamis malam, 23 Desember 2021 malam di Gedung Serbaguna Universitas Lampung. Rapat berjalan alot dan berlangsung hingga Jumat pagi.