Pemimpin Timor-Leste Soroti Peran Historis PDIP dalam Perjuangan Demokrasi

5 hours ago 7

INFO TEMPO - Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta, Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay, dan Penasihat Senior Nelson Santos menyoroti rekam jejak serta legasi historis PDI Perjuangan (PDIP) sebagai episentrum perjuangan demokrasi yang pengaruhnya turut dirasakan hingga Timor-Leste. Pernyataan itu disampaikan setelah penganugerahan tanda kehormatan tertinggi Grande Colar da Ordem de Timor-Leste kepada Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri di Dili, Kamis, 9 Juli 2026.

José Ramos-Horta mengatakan bahwa sejarah panjang perjuangan Megawati tidak bisa dilepaskan dari PDI Perjuangan. Ramos-Horta secara khusus menunjuk peristiwa kelam era Orde Baru sebagai titik balik yang mematangkan mentalitas perjuangan kepartaian di Indonesia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Peristiwa serangan 27 Juli 1996 (Kudatuli) terhadap markas PDI di Jakarta adalah momen penentu. Kekerasan hari itu mengubah Ibu Megawati menjadi simbol sipil paling menonjol dari perlawanan demokratis, yang darinya gerakan Reformasi kemudian lahir," kata Ramos-Horta pada Jumat, 10 Juli 2026.

Peristiwa Kudatuli tersebut dinilai menjadi fondasi kokoh yang melahirkan PDI Perjuangan sebagai kekuatan politik yang memperjuangkan kedaulatan rakyat.

Kesaksian emosional mengenai ketangguhan dan kedewasaan politik PDIP juga disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Kalbuadi Lay. Sebagai sosok yang mengalami langsung masa-masa saat Timor-Leste masih menjadi bagian dari Indonesia, Kalbuadi mengaku tahu betul bagaimana dinamika dan beratnya perjuangan partai berlogo banteng tersebut di bawah tekanan rezim penguasa.

"Untuk PDI Perjuangan, saya sendiri mengalami dan tahu karena ketika itu masih bersama Indonesia. Saya tahu betapa giatnya Ibu dan sabarnya seorang ibu untuk menantikan bahwa suatu saat orang dan rakyat akan sadar bahwa kebenaran adalah segalanya," kata Chico, sapaan akrab Kalbuadi Lay.

Sementara itu, Penasihat Senior Presiden Timor-Leste, Nelson Santos, menggarisbawahi peran institusional PDIP dalam peta politik regional di Asia Tenggara. Menurut Nelson, institusi kepartaian PDIP memiliki nilai historis yang sangat kaya dan menjadi teladan bagi negara yang baru membangun sistem demokrasinya, seperti Timor-Leste.

"PDI Perjuangan sebagai sebuah partai memiliki sejarah yang panjang. Sebuah partai yang telah melihat dan mengawal masa transisi demokrasi di Indonesia," kata Nelson Santos.

Nelson menilai pengalaman PDIP dalam mengawal transisi demokrasi Indonesia dari rezim otoriter menuju sistem yang lebih terbuka dan stabil merupakan pengalaman penting. Karena itu, ia mengatakan Timor-Leste menaruh hormat kepada PDIP dan ingin mempelajari pengalaman partai tersebut dalam membangun demokrasi.

"Bagi kami di Timor-Leste, tentunya banyak hal yang bisa kami pelajari dari PDI Perjuangan. Dan kami, tentu saja, akan memanfaatkan sejarah atau pengalaman PDI Perjuangan demi kemajuan demokrasi kami juga," ujarnya.

Melalui kehadiran Megawati di Dili, para pemimpin Timor-Leste meyakini bahwa hubungan bilateral antara Indonesia dan Timor-Leste ke depan, baik secara pemerintahan maupun melalui jalur komunikasi kepartaian seperti PDIP, akan makin berkualitas.

"Akan makin terus berjalan di atas satu jalur utama: jalan persahabatan, rekonsiliasi, serta komitmen merawat perdamaian internasional," kata Nelson. (*)

Read Entire Article
Parenting |